Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Idealis dan Pesimis

Idealis dan Pesimis

  • account_circle Jun
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Secara umum, idealis itu karakternya mahasiswa, aktivis, pemikir, pejuang dan ulama. Idealis kita sederhanakan, mereka yang ingin dunia ini bener. Itu saja. Tapi kata guru saya, orang idealis itu tidak ideal. Idealis yang bener adalah yang realistis tapi bertindak tepat. Bener juga ya?

 

Karena politik itu dunia pragmatis dan tempatnya transaksi kepentingan kekuasaan, maka hampir tak ada kebenaran dalam politik. Yang penting menang dan berkuasa. Karenanya, umumnya para idealis selalu terlempar dan berada di luar lingkar kekuasaan. Mereka umumnya adalah para kritikus tajam.

 

Kalau sistem kekuasaannya buruk, pemimpin tertingginya lemah, karakter para pejabatnya buruk bahkan jahat, maka para aktivis yang asalnya idealis bisa rusak ketika masuk ke struktur dan kultur kekuasaan seperti itu.

 

Saya pun tak ada yang nelpon untuk mengisi kabinet. Padahal, saya berharap minimal komisarislah 😄. Di kampus, jabatan saya paling tinggi hanya ketua jurusan. Saya katanya tak berbakat jadi pejabat karena selalu ingin bener dan suka melawan. Tapi sekarang klaim itu tampaknya mulai runtuh. Para idealis bisa menduduki jabatan untuk berbuat maksimal.

 

Setelah 10 tahun kemarin, Indonesia berada dalam orkestra kedunguan dari kekuasaan jahat, kini pemerintahannya sebagiannya diisi para idealis. Mereka bukan mahasiswa tapi pejabat yang pikirannya bener dan lurus ingin memajukan negeri.

 

Tugas Prabowo masih banyak. Yang belum adalah membersihkan pemerintahannya dari sisa-sisa pejabat warisan Mulyono and his gank. Kalau kita paham kondisi real politik di tingkat negara, gerakan Prabowo tak semudah seperti yang kita inginkan apalagi sistemnya sudah dirusak lama oleh kekuasaan sebelumnya.

 

Di pemerintahan negara besar dimana para pemain politik dan kepentingannya sangat banyak, dimana geng yang merusak, ambisius dan yang bener bersaing kekuasaan, kita akan memaklumi perubahan gak bisa semudah main ganti dan main pecat. Itu mah gaya kepemimpinan mahasiswa yang belum banyak pengalaman berpolitik praktis. Walaupun pemecatan itu harus tetap dilakukan presiden, kita, rakyat Indonesia, harus agak sedikit bersabar. Yang penting, pemerintah sudah on the right track! Konon reshuffle kabinet akan menyusul dengan orang-orang yang mudah-mudahan diharapkan rakyat. Ini berita dug-dug seer yang kita tunggu-tunggu.

 

Kalau Anda masih pesimis, berarti itu memang karakter Anda orang pesimis. Kalau kita optimis, berarti kita berjiwa optimis. Saya mah sudah dapat pahala dengan memberikan harapan optimisme pada rakyat Indonesia dengan tulisan ini, tapi bila kita tetap melihatnya tak ada harapan dan apatisme itu dituliskan, tanpa sadar kita telah menyumbangkan pelemahan mental bangsa. Njiirr …

 

Yang penting itu tetap bersikap kritis bukan membangun pesimisme dan apatisme. Sikap optimis sembari tetap kritis, mudah-mudahan jadi amal dan berpahala yang terbawa ke akhirat kelak. Sementara pesimisme, selain itu mental yang lemah, juga mewariskan apatisme yang melemahkan negeri. Jigana dosa gede tah. Hag siaah … 😊☕🚬

 

Moeflich Hasbullah Dosen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

  • Penulis: Jun

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aneh, Dadan Dicopot, Se-Indonesia Seperti Merayakan Kemenangan

    Aneh, Dadan Dicopot, Se-Indonesia Seperti Merayakan Kemenangan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Dari tadi malam timeline bergemuruh. Media sosial riuh rendah seperti warga baru saja mendengar kabar Indonesia berhasil menjuarai Piala Dunia, mengalahkan Brasil 9-0 di final, lalu pulangnya dibagi sembako gratis. Semua bersorak. Semua bertepuk tangan. Semua seperti menemukan kembali semangat hidup yang sempat hilang ditelan harga kebutuhan pokok. Aneh, bukan. Simak narasinya sambil […]

  • Solusi Macet, Awal 2025 Kab. Bandung Bangun Flyover Bojongsoang-Baleendah

    Solusi Macet, Awal 2025 Kab. Bandung Bangun Flyover Bojongsoang-Baleendah

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, kanal31.com– Di awal tahun 2025, Bupati Bandung Dadang Supriatna akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk mengatasi kemacetan di sejumlah wilayah. Di antaranya membangun jembatan layang (flyover) Bojongsoang-Baleendah dan perbaikan jembatan Dayeuhkolot. Hal itu diungkapkan Bupati Bandung –akrab disapa Kang DS—saat hadir di tengah-tengah Giat Semarak Malam Pergantian Tahun 2024 ke Tahun Baru 2025, Dayeuhkolot, […]

  • Makan Khas Sunda Tanpa Piring? Coba Pengalaman Unik di Alas Daun Bandung

    Makan Khas Sunda Tanpa Piring? Coba Pengalaman Unik di Alas Daun Bandung

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kota Bandung dikenal sebagai surganya kuliner, tak heran jika banyak kafe dan restoran yang bermunculan dengan menawarkan menu-menu yang senantiasa menggoyang lidah pencinta kuliner.   Salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi pecinta kuliner adalah’ Alas Daun Bandung’. Restoran ini terletak di jalan Citarum no 34, Cihapit Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung […]

  • Sebanyak 103 Mahasiswa Lulus Sidang Munaqosah, 48 Pilih Skema Artikel Jurnal

    Sebanyak 103 Mahasiswa Lulus Sidang Munaqosah, 48 Pilih Skema Artikel Jurnal

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Di awal tahun 2025, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil meluluskan 103 mahasiswa pada Sidang Munaqosah yang digelar pada 20 Februari 2025. Sebanyak 48 di antaranya merampungkan tugas akhir dengan skema artikel jurnal, terdiri dari mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) 17 dan Sastra Inggris (SI) 31. […]

  • Selamat! Mahasiswa UIN Bandung Raih 1st Runner Up Kompetisi Call for Paper International Hajj Fund Forum BPKH RI 2025

    Selamat! Mahasiswa UIN Bandung Raih 1st Runner Up Kompetisi Call for Paper International Hajj Fund Forum BPKH RI 2025

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Danial Muhammad Wirdyansyah, mahasiswa semester 5 Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), berhasil meraih 1st Runner Up dalam ajang Call for Paper International Hajj Fund Forum BPKH RI 2025. Danial berkompetisi bersama dua rekannya, Hapid […]

  • Tak Cukup Akademik: UIN Bandung Dorong Mahasiswa Jadi Kreator di Era AI dan Kompetisi Global

    Tak Cukup Akademik: UIN Bandung Dorong Mahasiswa Jadi Kreator di Era AI dan Kompetisi Global

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Menghadapi dinamika pasar kerja global yang kian menantang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengambil langkah taktis melalui Pusat Karier. Institusi ini menegaskan bahwa ijazah saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan karier masa kini. Seminar yang bertajuk “From Campus to Global Career: Membangun Kapasitas, Integritas, dan Daya Saing Lulusan di Dunia Kerja […]

expand_less