Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 9 Des 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Program Studi (S1) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Esoterika Fellowship Program menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Kampus 2, Senin (8/12/2025).

Ketua Prodi SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, MA menjelaskan acara diawali dengan doa bersama dan pernyataan empati bagi saudara-saudara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang tengah menghadapi bencana alam.

“Momentum ini menjadi pengingat bahwa krisis ekologis bukan sekadar isu teoretis, melainkan kenyataan yang berdampak nyata pada kehidupan masyarakat. Karena itu, pendekatan spiritual, moral, dan ilmiah diperlukan untuk membangun solidaritas serta kesadaran ekologis yang lebih kuat,” jelasnya.

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber terkemuka: Prof. Dr. H. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Ketua Forum Dekan (Fordek) Ushuluddin PTKI se-Indonesia, dan Dr. Budhy Munawar-Rachman, Koordinator Esoterika Forum Spiritualitas sekaligus Penasehat Ahli Menteri Agama RI. Acara dipandu oleh Rika Dilawati, M.Ag., dosen SAA UIN Bandung.

Dalam paparannya, Dr. Budhy Munawar-Rachman menegaskan bahwa Indonesia sebagai masyarakat multikultural memposisikan agama sebagai entitas hidup dan relevan, terutama dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang diperkirakan mencapai titik kritis pada 2050. “Urgensi ekoteologi sebagai perspektif moral bersama lintas agama untuk menjawab krisis ekologis global,” tegasnya.

Menurutnya, ekoteologi tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga moral dan praksis. Merujuk pada gagasan Denny JA tentang 10 Prinsip Spiritualitas Universal, Mas Budhy sapaan akrabnya menjelaskan bahwa agama memiliki kekuatan moral untuk menggerakkan masyarakat merawat bumi sebagai rumah bersama.

Paling tidak terdapat tiga pilar utama maintainer ekoteologi: iman, ilmu dasar ekoteologi, dan amal ekoteologi.

Pengurangan konsumsi plastik, penghematan energi, hingga gaya hidup minimalis disebut sebagai bentuk taubat ekologis yang perlu ditumbuhkan sebagai kebiasaan masyarakat beragama. “Berbagai penelitian global menunjukkan komunitas keagamaan seringkali lebih efektif dalam advokasi lingkungan dibanding lembaga formal internasional,” jelasnya.

Prof. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., menjelaskan ekoteologi sebagai teologi feminin, teologi yang menekankan kasih sayang, kelembutan, dan kepedulian terhadap kehidupan. Ia menegaskan bahwa kualitas mental dan intelektual seorang ilmuwan berpengaruh pada kepeduliannya terhadap alam. Dalam perspektif mikrokosmos, manusia memantulkan keteraturan kosmos. “Oleh karena itu, kerapihan, ketelitian, dan etika dalam karya ilmiah merupakan bagian tak terpisahkan dari etika ekologis,” paparnya.

Prof. Yudi sapaan akrabnya menekankan bahwa ekoteologi harus melahirkan perubahan perilaku, cara pandang, dan cara berkarya sebagai wujud tanggung jawab spiritual dan intelektual.

Sebelumnya, menyikapi krisis ekologi yang semakin mengkhawatirkan, termasuk meningkatnya frekuensi bencana yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia, Forum Dekan Fakultas Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia meluncurkan Resolusi Shakti 2025. Dokumen ini memuat delapan komitmen transformatif berbasis ekoteologi Islam yang ditujukan untuk memperkuat gerakan ekologis nasional dari ruang akademik.

Delapan Pilar Aksi Transformasi Resolusi Shakti 2025 meliputi:

1. Reinterpretasi Teologis – Mengoreksi paradigma antroposentris dan meneguhkan manusia sebagai khalifatullah fil ardh.

2. Transformasi Kurikulum – Menghadirkan kampus sebagai living laboratory ekoteologi dan pusat pembelajaran Islam ramah lingkungan.

3. Konsorsium Riset Interdisipliner – Menghasilkan solusi konkret dari tingkat lokal hingga nasional.

4. Pendampingan Komunitas & Filantropi Ekologis – Menguatkan aksi pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

5. Aliansi Lintas Sektor – Berkolaborasi dengan komunitas adat, organisasi lingkungan, seniman, aktivis, hingga pemerintah.

6. Ekonomi Regeneratif Berbasis Nilai Islam – Mendorong transisi dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi berkeadilan ekologis.

7. Platform Digital Terbuka – Membangun gerakan ekoteologi yang inklusif dan mudah diakses publik.

8. Kampanye Global – Menempatkan Indonesia sebagai teladan ekoteologi Islam di tingkat dunia.

Nita Ch. Lusaid, Direktur Denny JA Foundation, menegaskan kuliah umum ini menegaskan bahwa ekoteologi merupakan warisan kultural milik bersama yang harus dihidupkan melalui kolaborasi lintas agama, integrasi ilmu ekologi dan spiritualitas, serta aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Menghadapi meningkatnya risiko bencana dan perubahan iklim, suara moral agama, kepemimpinan spiritual, serta komitmen ilmiah menjadi kunci untuk membangun masa depan ekologis yang lebih adil dan berkelanjutan,” bebernya.

Dengan mempertemukan perspektif akademik, spiritual, dan ekologis, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk memperkuat kontribusi dalam merawat bumi sebagai amanah Ilahi sekaligus tanggung jawab lintas generasi.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tetap Waspada, 5 Tips Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual

    Tetap Waspada, 5 Tips Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual

    • calendar_month Sen, 2 Des 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Pelecehan seksual masih menjadi hal yang harus dicegah. Orang tua wajib mengantisipasi terjadinya hal ini ketika anak atau saudara sedang di luar rumah. Dilansir dari laman Kota Bandung, berikut 5 tips untuk orang tua, sebagai upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap anak. 1. Ajarkan Anak untuk Waspada […]

  • UIN Bandung Terjunkan 6.674 Mahasiswa, KKN Sarana Menebar Rahmatan lil Alamin

    UIN Bandung Terjunkan 6.674 Mahasiswa, KKN Sarana Menebar Rahmatan lil Alamin

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun ini menerjunkan 6.674 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Mereka disebar ke wilayah Regional Jawa Barat, nasional, dan internasional. KKN memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kehidupan bermasyarakat. KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi diri, mengasah […]

  • Problem Beragama di Kalangan Umat: 

    Problem Beragama di Kalangan Umat: 

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    Antara Ajaran dan Persepsi   BANDUNG kanal31.com — Ajaran dan persepsi adalah dua wilayah yang berbeda. Dalam agama Islam, ajaran itu wilayah Allah dan Rasul-Nya, persepsi itu wilayah manusia.   Salah satu problem umat dalam beragama adalah sering tak memisahkan mana ajaran dan persepsi, dalam ilmu pengetahuan antara fakta dan opini, antara ayat Alquran hadits dengan […]

  • Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

    Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Anak yang “gagal” di keluarga dan “tidak menjadi apa-apa,” ada di rumah mengurus orang tuanya sampai tua, seringkali lebih bermakna dan terasa manfaatnya ketimbang anak-anak yang “sukses” di kota-kota besar, jabatannya tinggi dan mentereng, jadi ini itu, tapi sulit pulang dan tak ada waktu sering menengok orang tuanya yang sudah report apalagi sakit-sakitan. […]

  • Begini Apresiasi Program Kemandirian Pesantren, Komunitas Santri: Terima Kasih Gus Men!

    Begini Apresiasi Program Kemandirian Pesantren, Komunitas Santri: Terima Kasih Gus Men!

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Komunitas Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) mengapresiasi program Kemandirian Pesantren yang merupakan salah satu program prioritas Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. “Terima kasih, Gus Men (sapaan akrab Menag Yaqut) karena telah memberikan perhatian kepada pesantren. Ini amat berarti bagi kami para santri,” tutur Koordinator Nasional AISNU, Ulinnuhaa Lazulfa Wakhusna Ma’ab saat beraudiensi […]

  • Transformasi Kurikulum Berbasis Cinta ala UIN Bandung 

    Transformasi Kurikulum Berbasis Cinta ala UIN Bandung 

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Evaluasi Kurikulum di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi lantai 4, Kamis (25/9/2025). Workshop bertajuk “Transformasi Kurikulum Prodi Berbasis Cinta, OBE, Rahmatan Lil’alamin, dan SMART, Menguatkan Lulusan Unggul, Kompetitif, dan Inovatif Berdampak di Asia Tenggara” ini menghadirkan narasumber Dr. Rusman, S.Pd., M.Pd, dosen Pengembangan Kurikulum Universitas […]

expand_less