Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG Kanal31.com — Mayoritas kita yang masih mencoba waras saat ini mungkin sepakat: bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Dari carut-marut penegakan hukum hingga gaya hidup mewah (hedonisme) para elit yang dipamerkan tanpa rasa malu di tengah bencana yang melanda pelosok negeri. Rasanya, harapan sedang berada di titik nadir. Kita seperti sedang mengantre, hanya tinggal menunggu giliran untuk menjadi korban dari sebuah sistem yang rusak.

Krisis Panutan: Demi Kuasa, Semua jadi Abangan 

Di media sosial, ketidakpercayaan publik sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Kalimat-kalimat satir seperti, “Besok ada kebijakan gila apalagi?” menjadi makanan sehari-hari. Tak ada lagi sosok yang bisa dijadikan pegangan. Gelar-gelar terhormat seperti Kyai, Gus, atau Buya seolah kehilangan maknanya begitu mereka masuk ke pusaran politik praktis.

Semuanya mendadak menjadi “kaum abangan” yang hanya memuja materi dan kursi. Logika mereka picik: tanpa kuasa, tidak ada harga diri. Akibatnya, hukum dikangkangi dan janji “demi rakyat” hanya menjadi mantra kosong yang diucapkan oleh mereka yang sedang berkuasa maupun yang sedang haus kekuasaan. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer: “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, apa harga hidup kita ini?” Namun sayangnya, hari ini keberanian itu bukan dipakai untuk membela kebenaran, melainkan untuk mempertahankan ego dan kursi.

Amarah yang Salah Sasaran (Horizontal Rage)

Setiap hari, masyarakat dipaksa menelan kenyataan yang jauh berbeda dari retorika pejabat. Ini bukan sekadar rasa kesal, ini adalah tumpukan amarah yang mencari jalan keluar. Celakanya, karena rakyat tak berdaya melawan “raksasa” di atas, amarah itu meledak ke samping—kepada sesama warga yang dianggap lebih lemah.

Kasus dosen yang meludahi kasir adalah potret sempurna bagaimana “akal sehat” yang dirawat puluhan tahun bisa hangus dalam hitungan detik. Fenomena ini mengingatkan kita pada ucapan filsuf Hannah Arendt tentang The Banality of Evil (banalitas kejahatan), di mana dalam sistem yang bobrok, orang-orang biasa bisa melakukan tindakan yang sangat tidak masuk akal dan jahat tanpa merasa bersalah.

Berjalan di Atas Tumpukan Jerami

Kita semua yang masih mencoba bertahan dengan akal sehat harus sadar bahwa kita sedang berjalan di atas tumpukan jerami kering. Setiap berita tentang ketidakadilan adalah percikan api. Kita tidak tahu kapan ledakan besar itu akan terjadi, karena setiap hari “tangki kekecewaan” kita terus diisi paksa oleh keadaan.

Seperti yang pernah diingatkan oleh Bung Hatta:

“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.” Dan hari ini, ketidakjujuran kolektif itulah yang sedang membakar sumbu amarah kita semua yang suatu saat siap meledak.

 

Nurholis, Founder Kanal31.com

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Academic Writing Class 2022 # 3

    Academic Writing Class 2022 # 3

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar
  • Stafsus Menag: Perbanyak Konten Prestasi, Hadirkan Nuansa Islami

    Stafsus Menag: Perbanyak Konten Prestasi, Hadirkan Nuansa Islami

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Bandung Kanal31.com — Dalam upaya memperkuat peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di era transformasi digital, Kementerian Agama RI mendorong kampus-kampus Islam untuk aktif menciptakan ekosistem digital yang positif, inspiratif, dan berkarakter Islami. Pernyataan itu disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kebijakan Publik, Media, Hubungan Masyarakat, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ismail […]

  • Cirebon Permata Tersembunyi!

    Cirebon Permata Tersembunyi!

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Sebastian adalah perencana kota asal Belgia. Dia ditugaskan Uni Eropa untuk membantu Kawasan Rebana dalam hal nature based solution (NBS). Orangnya santai, dan kata anak muda sekarang mah dia itu kalcer (culture) banget. Diajak makan empal gentong, sangat menikmati. Diajak makan sate di Stasiun Hall Bandung, juga begitu.   Kami ajak dia keliling […]

  • Asyik ! Jabar Terus Genjot Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Asyik ! Jabar Terus Genjot Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31- Rangkaian Acara Rakernas dan Pertemuan Nasional Asprodi MKS se Indonesia hari kedua merupakan Seminar Nasional dengan mengusung tema “Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jawa Barat dan Strategi Pengembangannya.” Kegiatan diadakan di Hotel Aryaduta, Selasa (24/05/2022). Seminar nasional ini dihadiri oleh dua orang pemateri, pertama Pimpinan Cabang Bank Jabar Banten Syariah KC Bandung Pelajar Pejuang, […]

  • Ponpes Berkedok Tahfiz Quran Berubah Jadi Tempat Predator Anak, Digeruduk Warga Pati 

    Ponpes Berkedok Tahfiz Quran Berubah Jadi Tempat Predator Anak, Digeruduk Warga Pati 

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Belum hilang kisah Syekh Ahmad Al Misry, pendakwah Mesir yang dulu dipuja-puja sebagai juri hafiz Indonesia, simbol “keislaman murni”. Jadi tersangka karena predator anak. Hari ini, bayang-bayang suci itu hancur lebur digantikan realita berdarah. Hal serupa terjadi di Ponpes Ndholo Kusumo, Tlogosari, Tlogowungu, Pati, sebuah lembaga berkedok tahfiz Qur’an justru menjadi rumah jagal […]

  • Prof Mahmud Resmikan Rakernas dan Pertemuan Nasional Asprodi MKS se-Indonesia

    Prof Mahmud Resmikan Rakernas dan Pertemuan Nasional Asprodi MKS se-Indonesia

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud resmikan Pertemuan Nasional dan Rakernas perdana Asosiasi Prodi Manajemen Keuangan Syariah (Asprodi MKS) se-Indonesia. Kegiatan yang diadakan di Hotel Aryaduta pada 23-25 Mei 2022 ini berlangsung dalam tiga acara yaitu workshop, seminar, dan Rakernas. Pembukaan dihadiri oleh Dekan FEBI UIN SGD Bandung, Dudang Gojali, Wakil Dekan I FEBI UIN […]

expand_less