Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Perebutan Harta Warisan Bisa Jadi Malapetaka

Perebutan Harta Warisan Bisa Jadi Malapetaka

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWAKARTA Kanal31.com — Harta warisan adalah harta yang panas, jika tidak dikelola dengan baik. Perebutan warisan orangtuanya yang sudah meninggal dunia sering terjadi. Orangtuanya mungkin sedang ditanya di alam kubur tetapi anak-anaknya ribut soal harta peninggalan orangtuanya. Harta warisan bukan hasil jerih payah anak-anaknya.

 

Pembagian harta warisan yang tidak adil hanya akan membahayakan bagi orang yang serakah dan dampaknya harta itu bisa habis atau bisa berdampak kepada kesehatan dirinya dan islam melarang keras perebutan warisan.

 

Harta warisan harus diberikan secara lebih merata dan adil setelah utang-utang orangtuanya dilunasi terlebih dahulu kalau orangtuanya memiliki hutang. Orangtuanya tidak menghendaki anak-anaknya berebut harta warisan.

 

Setiap anak memiliki porsi pembagian secara merata berdasarkan hukum Islam. Al-Quran pun sudah menjelaskan secara lebih detail tentang pembagian harta warisan baik itu anak laki-laki dan perempuan.

 

Harta warisan kerapkali menjadi masalah bagi anggota keluarga. Kekurang pahaman mengenai hukum waris dalam islam atau besarnya keinginan untuk menguasai harta warisan kerap menjadi penyebab timbulnya kekisruhan dalam sebuah keluarga.

 

Dalam Al-Quran Ayat Surah An-Nissa Ayat 7. Allah SWT berfirman yang artinya” Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagiannya pula dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.

 

Seandainya pembagian harta warisan ini diserahkan kepada hasil pemikiran manusia sendiri, maka pembagian itu akan dilandasi dengan kebodohan dan hawa nafsu serta tidak ada hikmah dan keberkahan sama sekali didalamya, sehingga justru akan menimbulkan bahaya, Maka barang siapa yang mencela hukum Allah, maka hakekatnya telah mencela ilmu dan Hikmah Allah.

 

Saya berfikir, ternyata kalau sudah menyangkut masalah uang terutama harta warisan, orang bisa jadi bermusuhan antar saudara sekandung, yang sejak kecil begitu saling menyayangi dan saling membantu, tetapi menyangkut urusan harta warisan bisa menjadi berantakan antar saudara hanya karena masalah harta warisan. Keluarga menjadi hancur karena urusan uang

 

Berdasarkan pengalaman orang lain yang sering ngobrol dengan saya ternyata harta warisan lebih banyak mendatangkan malapetaka bagi keluarga ketimbang menjadi berkah hartanya.

 

Muhammad Awod Faraz Bajri, Dosen STAI Al-Muhajirin Purwakarta 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapa Aing

    Bapa Aing

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Dedi Mulyadi itu manusia unik, dia totalitas, lahir dari bawah, dari rakyat jelata, ketika jadi pejabat dia menghancurkan mitos pejabat yg harus dihormati, melebur dan menyatu dgn rakyat. Bahasa, ucapan, tak disaring, berbahasa rakyat bledag-bledug apa adanya, “aing, sia, maneh, goblog” biasa keluar dari mulutnya tanpa rasa kagok, sungkan, tak etis, tak […]

  • Fleksibilitas Lurah, Kunci Hadapi Kompleksitas Masyarakat Bandung

    Fleksibilitas Lurah, Kunci Hadapi Kompleksitas Masyarakat Bandung

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut pentingnya peran lurah sebagai pemimpin wilayah yang fleksibel dan adaptif dalam menghadapi kompleksitas masyarakat perkotaan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Lurah se-Kota Bandung yang dirangkaikan dengan Pelepasan Lurah Purna Bakti di The Green Forest Resort, Jalan Sersan Bajuri No 102, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Senin […]

  • Prof. Dudang: FEBI UIN SGD Cetak Calon Pemimpin Kompeten Bidang Ekbis, Berkarakter, dan Berintegritas

    Prof. Dudang: FEBI UIN SGD Cetak Calon Pemimpin Kompeten Bidang Ekbis, Berkarakter, dan Berintegritas

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag mengucapkan selamat datang dan bergabung kepada mahasiswa baru di fakultas yang mendidik insan kompeten bidang ekonomi dan bisnis (ekbis), berkarakter, bermoral, dan berintegritas tinggi. Hal itu disampaikan Prof. Dudang saat membuka acara Pengenalan Budaya Akademik […]

  • Masjid Fondasi Peradaban dan Pembinaan Umat

    Masjid Fondasi Peradaban dan Pembinaan Umat

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan peran penting masjid dalam sejarah Islam. Menurutnya, masjid adalah fondasi peradaban. Ia menyebut ketika Nabi Muhammad SAW kali pertama hijrah ke Yatsrib (Madinah), justru mendirikan masjid sebagai bangunan pertama. “Dari masjid inilah pembinaan umat dilakukan secara menyeluruh, melahirkan Piagam Madinah yang menjadi dasar kehidupan masyarakat […]

  • QRIS dan UPI India Menggerogoti Dolar AS

    QRIS dan UPI India Menggerogoti Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Tanggal 6-8 Juli lalu, PM India Narendra Modi berkunjung ke Indonesia. Prabowo menyambut hangat tamu penting ini. Kedua negara menandatangani 16 kesepakatan kerjasama berbagai bidang, salah satunya adalah mengintegrasikan alat pembayaran QRIS (Quick Respons Indonesia Standard) dengan UPI Unified Payments Interface) India. Targetnya, sebelum 2026 berakhir.   Jadi kalau kita berangkat ke India […]

  • 5 Tingkatan Penggunaan Islam sebagai Organisasi, Dakwah dan Perjuangan

    5 Tingkatan Penggunaan Islam sebagai Organisasi, Dakwah dan Perjuangan

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Apakah orang-orang yang aktif berorganisasi Islam, merasa berjuang untuk Islam atau merasa sebagai pejuang Islam sudah benar dan berada di jalan yang lurus? Belum tentu. Banyak orang, terutama para aktifis organisasi Islam dan para pendakwah merasa sedang berdakwah, merasa sudah benar hidupnya, merasa berjuang untuk agama, padahal belum tentu, bahkan bisa sebaliknya, ia […]

expand_less