Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Mahasiswa SPI harus Melek dan Mahir Gunakan Sumber Sejarah Digital

Mahasiswa SPI harus Melek dan Mahir Gunakan Sumber Sejarah Digital

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com– Ketua Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Fakuktas Adab dan Humaniora (FAH), UIN Bandung, Agus Permana, M.Ag mengharapkan mahasiswanya memahami perubahan besar dalam kesejarahan di Era Digital sekarang ini. Bagi mahasiswa, digitalisasi sejarah dapat membuka peluang baru untuk menghidupkan kembali masa lalu, sekaligus bisa dijadikan referensi untuk kepentingan akademik(sarana belajar atau penelitian).

Agus menyampaikan hal itu dalam opening speech pada seminar Program Studi Sejarah Peradaban Islam –mewakili Dekan Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum– di Aula FAH, Rabu (22/10/2025). Seminar bertajuk “Historia 4.0: Digitalisasi Sumber Sejarah Peran Baru Sejarawan” ini, menghadirkan narasumber Dr. H. Ading Kusdiana, M.Ag (Sejarawan UIN Bandung) dan Dini Nurlaelasari, M.Hum (Peneliti Sejarah di Jawa Barat).

“Dengan digitalisasi sejarah ini, ribuan dokumen, manuskrip kuno, dan catatan sejarah, dapat diakses secara mudah dan cepat. Kemajuan teknologi ini tentu bisa mengubah cara belajar sejarah bagi mahasiswa SPI, dari dokumen kuno menjadi dokumen digital,” kata Agus.

Menurut Agus, mahasiswa juga bisa memanfaatkan media sosial: tiktok, youtube, dan lain-lain untuk menjadi sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai sejarah. Sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku teks, tetapi medsos juga bisa menjadi solusi untuk memperkenalkan sejarah, yang mudah diakses, menarik dan relevan dengan gara hidup masa sekarang.

Digitalisasi tidak hanya soal menyimpan arsip, tetapi juga bagaimana mahasiswa bisa menciptakan karya yang dapat menginspirasi masyarakat. Melalui pendekatan kreatif, generasi muda mampu melihat sejarah sebagai bagian penting dari identitas daerah sekaligus sumber inspirasi untuk pembangunan.

Di bagian lain, kedua narasumber sepakat bahwa teknologi digital ini menjadi sebuah peluang untuk berinovasi. Peneliti sejarah, sejarawan, para dosen, mahasiswa, dan peminat sejarah dituntut untuk melek dan  mahir menggunakan sumber digital, baik untuk sarana belajar maupun untuk kepentingan penelitian sejarah.

Yang menjadi catatan kedua narasumber, walaupun digitalisasi sejarah banyak manfaatnya, namun tak urung menimbulkan tantangan tersendiri, misalnya bisa mengurangi keakuratan narasi sejarah. Maka, mahasiswa atau dosen perlu melakukan kritik eksternal dan internal untuk menguji dan memverifikasi keaslian sumber sejarah.(shandi rg/ed.nas)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awas Mafia Tanah Bebas Berkeliaran di Kabupaten Bandung, Kenapa?

    Awas Mafia Tanah Bebas Berkeliaran di Kabupaten Bandung, Kenapa?

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Gerakan Pemberantasan Mafia Tanah oleh Kementerian ATR/BPN bekerjasama dengan penegak hukum ternyata masih belum memberikan perlindungan optimal terhadap tanah-tanah masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung. Hal ini terbukti dengan adanya penerbitan sertipikat di atas lahan yang telah digarap, dimiliki dan dikuasai oleh pemilik lahan di Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, yang kasusnya saat […]

  • Private Marriage atau Intimate Wedding

    Private Marriage atau Intimate Wedding

    • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Sekitar 2 tahun lalu saya terkesan oleh sebuah pernikahan tetangga, alumni Fakultas Syariah UIN Bandung, S2-nya di Manajemen ITB dan baru keterima kerja di Pertamina, Jakarta. Pernikahannya sederhana dan terasa nyaman. Undangan hanya keluarga dan tetangga dekat, acaranya pun sederhana, tak ada kemeriahan apalagi kemewahan. Antar tetangga, makan walimahan sambil ngobrol bercengkrama […]

  • Integrasi Ilmu, dari Epistemologi ke Evaluasi Kebijakan Akademik 

    Integrasi Ilmu, dari Epistemologi ke Evaluasi Kebijakan Akademik 

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Suwendi, Dosen Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Transformasi kelembagaan dari IAIN ke UIN merupakan langkah strategis untuk melahirkan lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki kompetensi agamawan yang ilmuwan atau ilmuwan yang agamawan. Dua kompetensi sekaligus, ahli agama dan ahli ilmu pengetahuan, terekonstruksi dalam kebijakan transformasi lembaga ini. Inilah sesungguhnya di antara alasan lahirnya PP 46 tahun 2019 tentang […]

  • DPRD Apresiasi Sikap Tegas Bupati Tertibkan Tempat Berusaha

    DPRD Apresiasi Sikap Tegas Bupati Tertibkan Tempat Berusaha

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal.com – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung (Fraksi Partai Gerinda) Praniko Imam Sagita mengapresiasi gerak cepat Bupati Bandung dalam pembentukan Satuan Tugas Pengendalian Penataan Ruang, Penyelenggaraan Bangunan Gedung, dan Perizinan Berusaha (Satgas PPR-PBG-PB). “Kami mendukung dan mengapresiasi Pemkab Bandung bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung dalam upaya kerja keras menggali potensi PAD (Pendapatan […]

  • Dr H Usep Dedi Rustandi, MA: Silakan Tanya, Siapa yang Memotong Uang Serdos!

    Dr H Usep Dedi Rustandi, MA: Silakan Tanya, Siapa yang Memotong Uang Serdos!

    • calendar_month Jum, 24 Feb 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com- Kabar tentang pemotongan uang sertifikasi dosen (Serdos) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) membuat Sekretaris Koordinatorat Perguran Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat Dr H Usep Dedi Rustandi, MA angkat bicara. Dan, Dr Usep membantah kabar adanya pemotongan uang serdos, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Jl Soekarno-Hatta Bandung, Kamis, […]

  • Asyik! Kemenag, BWI, dan Bank Indonesia Perkuat Tata Kelola Wakaf melalui Digitalisasi

    Asyik! Kemenag, BWI, dan Bank Indonesia Perkuat Tata Kelola Wakaf melalui Digitalisasi

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Kementerian Agama (Kemenag), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Bank Indonesia (BI) memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan tata kelola wakaf di Indonesia. Kolaborasi ini diperkuat untuk mempercepat digitalisasi dan penguatan kebijakan pengelolaan wakaf untuk mendukung ekonomi syariah berkelanjutan. Pembahasan berlangsung dalam rangkaian Focus Group Discussion (FGD) di Ciawi, Bogor, 14 -15 Agustus 2024. Hadir, pejabat […]

expand_less