Rabu, 27 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Menghidupkan Kembali Legenda Java Preanger: Bagaimana Kopi Bandung Selatan Mengguncang Dunia dan Gerakkan Ekonomi Rp70 M

Menghidupkan Kembali Legenda Java Preanger: Bagaimana Kopi Bandung Selatan Mengguncang Dunia dan Gerakkan Ekonomi Rp70 M

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com – Bagi masyarakat urban saat ini, menyesap secangkir kopi di kafe estetik telah menjadi gaya hidup (lifestyle) yang tak terpisahkan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa geliat kebangkitan kopi Arabika yang hari ini kita nikmati di Jawa Barat sesungguhnya lahir dari tangan dingin masyarakat dan rimbunnya hutan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan.

Lewat konsistensi selama lebih dari dua dekade, kawasan ini sukses memicu kembali kejayaan kopi Priangan yang sempat meredup sejak zaman kolonial.

Kisah sukses ini tidak terjadi dalam semalam. Mewakili Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan Lily Kurnia Asih, KSS Komunikasi Perusahaan Ujang Halimudin —atau yang akrab disapa Uje— menceritakan bahwa riwayat hijau ini dimulai pascareformasi di awal tahun 2000-an. Saat itu, Perhutani tengah gencar mencari formula ideal untuk program agroforestry (tumpang sari).

“Tahun 2000 kami mencoba menanam banyak hal; mulai dari murbei untuk ulat sutra, rumput gajah, terong kori, jeruk, hingga kopi. Namun, sejarah mencatat sejak tahun 2007, kopilah yang paling menunjukkan taringnya,” kenang Uje saat ditemui di Bandung, Senin (25/05/2026).

Berbagai varietas unggulan seperti Lini S, Sigala Rutang, hingga Timtim ditanam dan dirawat. Hasilnya? Bandung Selatan menjelma menjadi ‘mekah’ studi banding bagi KPH-KPH lain di seluruh Pulau Jawa. Semangat budidaya ini pun menular cepat ke wilayah lain di Jawa Barat, seperti Garut dan Ciamis.

Simbiosis Mutu: Hutan Lestari, Dompet Petani Terisi

Dari total 55 ribu hektar lebih kawasan hutan yang dikelola KPH Bandung Selatan, sekitar 3.200 hektar di antaranya kini disulap menjadi hamparan kebun kopi yang subur. Proyek ini melibatkan kolaborasi masif dengan masyarakat lokal yang tergabung dalam 111 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Bukan sekadar urusan bisnis, Uje menegaskan budidaya kopi di bawah tegakan pohon hutan ini berhasil menyentuh tiga aspek krusial sekaligus: Ekologi, Ekonomi, dan Sosial.

“Secara ekologi, kopi memiliki akar tunggang yang kuat, menjadikannya tanaman konservasi yang sangat ampuh menahan erosi di lahan miring. Di sisi lain, secara sosial-ekonomi, komoditas ini berhasil menjadi motor penggerak utama kesejahteraan masyarakat desa hutan,” papar Uje.

Efek ekonominya pun tidak main-main. Perputaran uang dari panen kopi ceri Arabika gelondongan di kawasan ini diestimasikan menembus angka Rp70 miliar per musim (dengan asumsi harga rata-rata Rp15.000/kg).

Angka fantastis ini diprediksi akan terus meroket seiring meningkatnya literasi pascapandemi bagi para petani. Kini, mereka tidak lagi sekadar menjual buah ceri mentah, melainkan sudah mampu mengolahnya menjadi greenbean (biji kopi kering) yang memiliki nilai tawar jauh lebih tinggi di pasar regional maupun internasional.

Wangi Sejarah yang Mendunia

Kopi dari tanah Bandung Selatan -khususnya kawasan Ciwidey, Pangalengan, Banjaran, Ciparay, hingga Gunung Halu- memang memiliki karakteristik rasa (flavor profile) dan aroma yang unik. Bahkan, merujuk data Bappeda Jawa Barat, kopi Arabika yang ditanam di kaki Gunung Malabar, Pangalengan, sukses menyabet gelar Juara Pertama dalam festival kopi dunia di Atlanta, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Prestasi ini menjadi pembuktian bahwa cita rasa legendaris Java Preanger belum punah. Pada abad ke-17, VOC pernah memaksakan sistem Preangerstelsel (tanam paksa kopi) di pegunungan Priangan karena aromanya yang begitu digilai bangsawan Eropa. Hari ini, aroma yang sama kembali hadir, namun dibawa dengan semangat kemandirian petani lokal dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor kehutanan, Perhutani melihat potensi emas ini sebagai peluang besar untuk terus mendongkrak pendapatan perusahaan sekaligus ekonomi kerakyatan.

“Kami optimistis, perusahaan akan terus berkomitmen agar peluang emas agroforestry kopi ini dikelola dengan jauh lebih baik dan modern, demi kejayaan hutan dan kesejahteraan masyarakat yang menjaganya,” tutup Uje optimis. (ydi)

 

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa! Peserta PPG Kemenag Tahun 2025 Naik 700%

    Luar Biasa! Peserta PPG Kemenag Tahun 2025 Naik 700%

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan kanal31.com – Afirmasi Kementerian Agama terhadap guru madrasah dan pendidikan agama berbuah manis. Tahun ini, keikutsertaan mereka dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan meningkat tajam, angkanya mencapai 700%. Data Kemenag mencatat, ada 29.933 guru yang ikut PPG dalam Jabatan pada 2024. Tahun ini, total peserta PPG dalam Jabatan mencapai 206.411 guru madrasah […]

  • Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum memberikan bekal hidup bagi alumninya dalam merencanakan masa depan yang sukses; meliputi pengembangan karir, wirausaha, dan pendidikan berkelanjutan. “Ada tiga rencana setelah kalian diwisuda: mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau menikah. Kami lebih mengapresiasi jika di antara kalian […]

  • Sertifikasi Pembimbing: Kunci Pelayanan Haji yang Prima

    Sertifikasi Pembimbing: Kunci Pelayanan Haji yang Prima

    • calendar_month Sel, 22 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JATINANGOR kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional Angkatan XXXIV Mandiri. Kegiatan ini berlangsung pada 21–28 April 2025 di Aula Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sebanyak 122 peserta dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian.   Program sertifikasi ini terselenggara atas kerja sama […]

  • UIN Bandung Gelar Perdana Uji Pengetahuan Mapel Umum PPG 2025

    UIN Bandung Gelar Perdana Uji Pengetahuan Mapel Umum PPG 2025

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com – Kali pertama, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG) Periode 3 Tahun 2025 untuk Mata Pelajaran Umum di Gedung Pusat Bahasa dan PTIPD (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data), Sabtu (23/8/2025).   Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama […]

  • Praktikum Profesi Akuntansi Syariah Cara Jitu UIN Bandung Siapkan Lulusan Akuntabel dan Pelaporan yang Profesional

    Praktikum Profesi Akuntansi Syariah Cara Jitu UIN Bandung Siapkan Lulusan Akuntabel dan Pelaporan yang Profesional

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Upaya menyiapkan lulusan berkualitas, terserap instansi yang akuntabel dan pelaporan yang profesional, Jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Rapat dan Pembekalan Praktikum Profesi Akuntansi Syariah (PPAS) di Aula FEBI. Dr. Ramadhani Irma., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) tampil menjadi narasumber Rapat […]

  • FEBI Gelar Seminar Nasional, Tingkatkan Rekognisi Global

    FEBI Gelar Seminar Nasional, Tingkatkan Rekognisi Global

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bandung terus mengkaji peran dan peluang ekonomi dan bisnis Islam sebagai sistem yang resilien dalam merespons tantangan kebijakan proteksionis global. Atas dasar itulah, FEBI menggelar seminar nasional yang melibatkan  dosen dan mahasiswa, Rabu (07/05/2025). Seminar Nasional dan Coaching Clinic Publikasi Karya Ilmiah Dosen itu dibuka oleh […]

expand_less