Masa Depan UMKM Global: Integrasi Kecerdasan Buatan dan Ekonomi Sirkuler Jadi Kunci Daya Saing
- account_circle Sungkawa Abdisunda
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com– Masa depan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini berada di titik temu antara adopsi teknologi digital secara masif dan komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan.
Hal ini menjadi sorotan utama dalam Webinar Internasional bertajuk “Pemasaran Digital untuk Ekonomi Sirkuler: Memberdayakan Bisnis Lokal untuk Keberlanjutan Global” yang digelar oleh Asosiasi Internasional Ekonomi dan Bisnis (IAEB) pada Kamis, 25 Juni 2026.
Acara berskala global ini berkolaborasi dengan sejumlah universitas lintas negara, seperti UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Indonesia), Universiti Teknologi MARA (Malaysia), Universitas Teknologi dan Ilmu Terapan (Oman), Universitas Buraimi (Oman), serta Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Webinar ini dipandu langsung oleh Masta Sembiring, SE, M.Ak selaku moderator.
Dalam sesi utama, Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, MM (Ketua Program Studi Manajemen UIN Sunan Gunung Djati Bandung) memaparkan kerangka kerja strategis bertajuk “Pemasaran Digital Strategis untuk UMKM Berbasis Ekonomi Sirkuler: Membangun Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan di Era AI.”
Menurut Prof. Lilis, tantangan global saat ini seperti perubahan iklim, kelangkaan sumber daya, hingga disrupsi teknologi yang cepat memaksa pelaku usaha untuk keluar dari zona nyaman. Ia menyerukan agar UMKM segera meninggalkan model linier tradisional “ambil–buat–buang”.
“Bisnis harus mengadopsi praktik sirkuler berdasarkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle, dan Regeneration (Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang, dan Regenerasi). Langkah ini memungkinkan optimalisasi sumber daya sekaligus meminimalkan dampak buruk bagi lingkungan,” jelas Prof. Lilis.
Mengingat UMKM merepresentasikan lebih dari 90 persen bisnis di seluruh dunia dan menjadi mesin vital penggerak lapangan kerja , penguatan sektor ini dinilai akan berkontribusi langsung pada kemakmuran nasional dan keberlanjutan global.
Prof. Lilis memetakan beberapa tren bisnis yang mendominasi tahun 2026, di antaranya: Pemasaran berbasis AI, Analitik big data, Social commerce dan ekosistem pasar, dan Green consumerism (konsumerisme hijau)
Untuk menghadapi tren tersebut, ia memperkenalkan Empat Pilar Strategis UMKM Siap Masa Depan, yaitu: Kemampuan Digital, Modal Manusia, Inovasi Sirkular, dan Akses Pasar. Di akhir sesinya, ia memberikan lima rekomendasi konkret: peningkatan keterampilan digital, adopsi AI, inovasi bisnis sirkular, kolaborasi lintas batas, serta branding berkelanjutan. “Keberlanjutan bukan lagi pilihan; ini adalah strategi kompetitif untuk masa depan,“ pungkas Prof. Lilis.

Sinergi Akademis dan Kolaborasi Lintas Batas
Pandangan senada juga disampaikan oleh para akademisi internasional. Prof. Ts. Dr. Shafinar Ismail, Dekan UiTM Shah Alam, Malaysia. Ia menegaskan bahwa integrasi AI dan teknologi digital tidak boleh hanya sekadar meningkatkan produktivitas, melainkan harus melahirkan nilai sosial dan lingkungan yang lebih luas. Ia mendorong perguruan tinggi untuk menjadi motor penggerak riset kolaboratif dan keterlibatan industri.
Dari Timur Tengah, Dr. Hamed Juma Al-Naimii (Universitas Teknologi dan Ilmu Terapan, Oman) menambahkan, transformasi digital kini sudah menjadi kebutuhan strategis, bukan lagi opsi, bagi UMKM yang ingin menembus pasar global yang saling terhubung.
Sementara itu, perwakilan IAEB Oman, Dr. Weni Hawariyuni, menggarisbawahi pentingnya wadah akademik internasional seperti IAEB untuk menjembatani para cendekiawan dan pembuat kebijakan dalam merumuskan inisiatif pertumbuhan ekonomi.
Webinar ini berhasil mempertegas bahwa pemberdayaan bisnis lokal melalui inovasi digital dan ekonomi sirkular bukan sekadar wacana teoretis di atas kertas.
Acara ini resmi ditutup dengan komitmen bersama dari para universitas, peneliti, pemerintah, dan pelaku industri untuk terus bersinergi membangun ekosistem ekonomi global yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi tantangan zaman.(nas)

- Penulis: Sungkawa Abdisunda

Saat ini belum ada komentar