Kamis, 23 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Sisa Harapan

Sisa Harapan

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
  • comment 0 komentar

Pada akhirnya

harapan tak pernah datang sebagai mentari.

 

Ia lebih sering tiba

sebagai bara yang nyaris padam,

terkubur di bawah abu hari-hari

yang terlalu lama belajar menjadi dingin.

 

Kita menemukannya

bukan karena ia bersinar,

melainkan karena jari-jari masih merasa sedikit hangat

ketika seluruh dunia berkata: selesai.

 

Ada saat ketika hidup

bukan lagi persoalan memilih jalan.

 

Semua jalan telah kehilangan nama.

 

Peta berubah menjadi luka.

Kompas berputar mengelilingi ketakutan sendiri.

Dan langit yang dahulu menjanjikan arah

tinggal bentangan sunyi.

 

Di titik itu

harapan bukan keyakinan.

 

Ia hanyalah sisa.

 

Seperti setetes air

di dasar kendi yang retak.

 

Seperti benih

yang lupa rupa musim hujan.

 

Seperti lilin terakhir

yang menghabiskan dirinya

agar seseorang masih dapat melihat wajahnya sendiri.

 

Barangkali kita terlalu lama diajari

bahwa harapan adalah perasaan.

 

Padahal ia lebih menyerupai pekerjaan.

 

Ia harus diberi makan

dengan langkah yang tetap diambil

meski tak ada janji bahwa jalan akan berakhir di rumah.

 

Ia harus dibangkitkan

dengan kebiasaan bangun setiap pagi,

meski pagi tak membawa kabar apa-apa.

 

Ia harus disirami

oleh keberanian mengulangi

hal-hal kecil yang tampak sia-sia.

 

Sebab kehidupan dibangun

bukan oleh kemenangan-kemenangan besar,

 

melainkan oleh manusia-manusia

yang setiap hari memilih

untuk tidak menyerahkan jiwanya kepada putus asa.

 

Mungkin itulah cara harapan hidup.

 

Bukan dengan mengalahkan gelap.

 

Melainkan dengan menolak

menjadi gelap.

 

Dan jika suatu hari

tak ada lagi yang tersisa darimu

selain semegap napas

dan sebutir keyakinan yang nyaris tak bernama—

 

jangan buru-buru menyebut dirimu kosong.

 

Barangkali semesta

selalu memulai hutan

dari satu biji yang dikira gagal.

 

Barangkali laut

tak pernah lupa menjadi laut

hanya karena ombak terakhirnya pecah di batu.

 

Dan barangkali manusia

tetap disebut manusia

 

selama masih sanggup

menjaga satu api kecil,

 

bukan untuk menghanguskan dunia,

 

melainkan agar seseorang yang tersesat

 

masih menemukan sedikit cahaya

yang berkata,

 

“aku juga hampir padam.”

 

“Tetapi kita bisa bertahan malam ini bersama.”

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen UIN Jakarta Berikan Masukan untuk Evaluasi Undang-Undang Pesantren

    Dosen UIN Jakarta Berikan Masukan untuk Evaluasi Undang-Undang Pesantren

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TANGERANG kanal31.com — Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah berhasil mengakui layanan pendidikan berbasis pondok pesantren, namun masih belum mendorong afirmasi anggaran yang adil. Hal ini disampaikan oleh Dr. Suwendi, M.Ag, dosen Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta dan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta, dalam acara “Pemantauan […]

  • Bermaksud Curhat, Eh… Malah Kena Ancam!

    Bermaksud Curhat, Eh… Malah Kena Ancam!

    • calendar_month Rab, 27 Des 2023
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Kanal31.com– Alih-alih rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) bisa menjadi solusi bagi Honorer Kategori 2 (HK2), malah masa depan sebagian HK2 hancur karena keburu berhenti bekerja (pensiun, dalam istilah PNS). Dan, banyak di antara mereka tidak bisa mendaftar P3K karena hanya memiliki ijazah SLTA. “Kalaulah pimpinan UIN Bandung respek terhadap nasib honorer, maka mereka […]

  • “Jumat Curhat” Pertama, Kombes Pol Aldi Tampung Aspirasi Masyarakat

    “Jumat Curhat” Pertama, Kombes Pol Aldi Tampung Aspirasi Masyarakat

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAL31.COM — Memasuki hari ketiga bertugas sebagai Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono menggelar “Jumat Curhat” di Pendopo Kantor Camat Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (17/1/2025). Jumat Curhat pertama ini dihadiri jajaran Polresta Bandung, Forkopimcam Soreang, para kepala desa, MUI, unsur Puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah pihak lainnya. Tokoh masyarakat menyampaikan curhatannya […]

  • 6 Publikasi Artikel Ilmiah Mahasiswa IAIN Kendari

    6 Publikasi Artikel Ilmiah Mahasiswa IAIN Kendari

    • calendar_month Sel, 12 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KENDARI Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari sedang mengupayakan publikasi ilmiah mahasiswa bersama dosen. Upaya ini dilakukan dalam rangka pencapaian kinerja pendidikan tinggi pada aspek kemitraan dosen dan mahasiswa di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.    Inilah 6 artikel ilmiah yang telah berhasil terbit di bawah ini: Akmal Alna, Makna Jihad dalam al-Qur’an menurut Penafsiran Ibnu […]

  • Eks Bomber Chelsea Jatuh Cinta dengan Suara Azan di Indonesia

    Eks Bomber Chelsea Jatuh Cinta dengan Suara Azan di Indonesia

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    (JAKARTA-SPI). Polemik mengenai suara azan sedang hangat-hangatnya di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dipicu dengan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dianggap membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing. Padahal, di luar sana ada yang dibuat terpukau dengan suara azan di Indonesia. Salah satunya adalah kisah menarik yang dialami eks pemain Chelsea, Demba […]

  • Top! 5 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    Top! 5 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDA ACEH — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengirim lima mahasiswa guna mengikuti program Student Mobility di Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Jepang, yang berlangsung pada 17-23 November 2024. Kelima mahasiswa tersebut yakni Fathiya Rahma, Syarifah Julia Fadhlul, Najmul Akhir, Faiz Ramadhana Surya dan Muhammad Ariq Althaf. Program ini […]

expand_less