Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Sisa Harapan

Sisa Harapan

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pada akhirnya

harapan tak pernah datang sebagai mentari.

 

Ia lebih sering tiba

sebagai bara yang nyaris padam,

terkubur di bawah abu hari-hari

yang terlalu lama belajar menjadi dingin.

 

Kita menemukannya

bukan karena ia bersinar,

melainkan karena jari-jari masih merasa sedikit hangat

ketika seluruh dunia berkata: selesai.

 

Ada saat ketika hidup

bukan lagi persoalan memilih jalan.

 

Semua jalan telah kehilangan nama.

 

Peta berubah menjadi luka.

Kompas berputar mengelilingi ketakutan sendiri.

Dan langit yang dahulu menjanjikan arah

tinggal bentangan sunyi.

 

Di titik itu

harapan bukan keyakinan.

 

Ia hanyalah sisa.

 

Seperti setetes air

di dasar kendi yang retak.

 

Seperti benih

yang lupa rupa musim hujan.

 

Seperti lilin terakhir

yang menghabiskan dirinya

agar seseorang masih dapat melihat wajahnya sendiri.

 

Barangkali kita terlalu lama diajari

bahwa harapan adalah perasaan.

 

Padahal ia lebih menyerupai pekerjaan.

 

Ia harus diberi makan

dengan langkah yang tetap diambil

meski tak ada janji bahwa jalan akan berakhir di rumah.

 

Ia harus dibangkitkan

dengan kebiasaan bangun setiap pagi,

meski pagi tak membawa kabar apa-apa.

 

Ia harus disirami

oleh keberanian mengulangi

hal-hal kecil yang tampak sia-sia.

 

Sebab kehidupan dibangun

bukan oleh kemenangan-kemenangan besar,

 

melainkan oleh manusia-manusia

yang setiap hari memilih

untuk tidak menyerahkan jiwanya kepada putus asa.

 

Mungkin itulah cara harapan hidup.

 

Bukan dengan mengalahkan gelap.

 

Melainkan dengan menolak

menjadi gelap.

 

Dan jika suatu hari

tak ada lagi yang tersisa darimu

selain semegap napas

dan sebutir keyakinan yang nyaris tak bernama—

 

jangan buru-buru menyebut dirimu kosong.

 

Barangkali semesta

selalu memulai hutan

dari satu biji yang dikira gagal.

 

Barangkali laut

tak pernah lupa menjadi laut

hanya karena ombak terakhirnya pecah di batu.

 

Dan barangkali manusia

tetap disebut manusia

 

selama masih sanggup

menjaga satu api kecil,

 

bukan untuk menghanguskan dunia,

 

melainkan agar seseorang yang tersesat

 

masih menemukan sedikit cahaya

yang berkata,

 

“aku juga hampir padam.”

 

“Tetapi kita bisa bertahan malam ini bersama.”

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Testimoni Dirjen Pendidikan Islam untuk Kegiatan Kelas Menulis UIN Bandung

    Inilah Testimoni Dirjen Pendidikan Islam untuk Kegiatan Kelas Menulis UIN Bandung

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Masih dalam suasana Idul Fitri 1443 H, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bekerja sama dengan Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Sentra Publikasi Indonesia menjadi pioneer mengawali kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah, Selasa (10/05/2022). Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammad […]

  • Koperasi Merah Putih dan Kapitalisme

    Koperasi Merah Putih dan Kapitalisme

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com —  Bagi Mohammad Hatta, koperasi adalah pilar utama demokrasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Beliau memandangnya sebagai alat perjuangan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dan melawan monopoli sistem kapitalis, menjadikannya tonggak kemandirian bangsa Indonesia.   Pemikiran Bung Hatta mengenai koperasi mencakup beberapa poin fundamental:   1. Demokrasi Ekonomi   Koperasi adalah wujud […]

  • Sambut Masa Depan: 7.503 Maba UIN Bandung Diingatkan Luruskan Niat dan Lulus Tepat Waktu

    Sambut Masa Depan: 7.503 Maba UIN Bandung Diingatkan Luruskan Niat dan Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung resmi menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (25/08/2026).  Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi 7.503 mahasiswa baru (maba) dari sembilan fakultas untuk memulai perjalanan akademis mereka. Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, momentum PBAK tahun ini mengusung tema besar: “Merawat harmoni, […]

  • Tingkatkan Wawasan, Mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Bandung Studi Visit ke Bea Cukai Jabar

    Tingkatkan Wawasan, Mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Bandung Studi Visit ke Bea Cukai Jabar

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 1Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa, khususnya terkait praktik kepabeanan dan perdagangan internasional, sebanyak 49 mahasiswa semester VII Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan Studi Visit ke Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat, Jl. Surapati No.12, Cihaur Geulis, Kec. Cibeunying Kaler, […]

  • Seminar Internasional UIN Bandung: Pakar Universiti Putra Malaysia Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Digital Marketing

    Seminar Internasional UIN Bandung: Pakar Universiti Putra Malaysia Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Digital Marketing

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai digital marketing, Program Studi Ilmu Komunikasi Humas UIN Bandung menggelar seminar internasional yang bertajuk “Future Trends in Digital Marketing Communication”, di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kamis (12/09/2024). Seminar ini turut menghadirkan narasumber professional, yakni Mohamad Noor Salehhuddin Sharipudin (Universiti Putra Malaysia) yang dipandu oleh Dr. […]

  • Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kolaborasi penyuluh lintas agama dalam menjaga ekosistem toleransi yang rukun hingga ke akar rumput. Hal ini ia sampaikan dalam rapat rutin bersama Pejabat dan Staf Ahli Kementerian Agama di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Menag menilai, tantangan kerukunan umat beragama di era digital semakin kompleks. Isu yang […]

expand_less