Harmoni Pesisir Pangandaran: KKN UIN Bandung Solusi Jembatani Agama dan Tradisi Lokal
- account_circle Sungkawa Abdisunda
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANGANDARAN, kanal31.com — Nuansa kebersamaan dan toleransi menguat di pesisir Desa Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Selama sebulan penuh, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menorehkan jejak pengabdian yang menyatukan beragam elemen masyarakat—mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh budaya, hingga Karang Taruna.
Penutupan program KKN yang berlangsung di Aula Desa Pangandaran pada 24 Agustus 2026 menjadi momen hangat penuh apresiasi. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc, MA, menyampaikan terima kasih mendalam atas keterbukaan masyarakat Pangandaran dalam menerima para mahasiswa.
“Terima kasih kepada Kepala Desa Pangandaran beserta jajaran, tokoh agama, tokoh budaya, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat yang telah menerima dan mengarahkan peserta KKN,” ujar Guru Besar Fakultas Ushuluddin ini.
Menurut Prof. Usep, melalui Rumah Moderasi Beragama UIN Bandung, para mahasiswa membawa misi besar yang dikemas dalam tiga pilar utama: Moderasi Beragama, Ekoteologi, dan Kurikulum Cinta. Dengan moderasi beragama membuka ruang dialog inklusif dengan mempertemukan tokoh agama dan budaya untuk merawat toleransi.
Terkait ekoteologi, peserta KKN mengajak warga merawat alam lewat aksi nyata pengelolaan sampah dan penyediaan tempat pembuangan sampah. Dan, melalui kurikulum cinta, mereka menerapkan pendekatan berbasis kasih sayang dalam edukasi siswa di sekolah maupun masjid lokal.
Puncak Kebersamaan di Tradisi Grebeg Tumpeng
Kepala Desa Pangandaran, Adi Fitriadi, SIP turut mengapresiasi peran aktif mahasiswa. Menurutnya, aksi nyata dalam pemeliharaan lingkungan dan edukasi masyarakat sangat membantu menjaga kondusivitas Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan.
Rangkaian pengabdian ini mencapai puncaknya pada 27 Agustus 2026 melalui tradisi tahunan Grebeg Tumpeng di Dusun Barat Pangandaran. Acara syukuran atas hasil bumi dan laut ini diawali doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Desa Pangandaran.
Suasana semakin meriah saat warga, wisatawan, dan mahasiswa melebur dalam tradisi ngariung (makan bersama). Kepala Dusun Barat, Suryanti menilai keterlibatan mahasiswa KKN berhasil menjembatani nilai-nilai keagamaan dengan kearifan lokal. Tradisi ini tak hanya mempererat gotong royong, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang memikat.(nas)
- Penulis: Sungkawa Abdisunda
- Sumber: Rilis UIN Bandung
