Rabu, 1 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Bersama Kemenag RI, UIN Bandung Siapkan Mahasiswa Pelopor Kerukunan dan Moderasi Beragama

Bersama Kemenag RI, UIN Bandung Siapkan Mahasiswa Pelopor Kerukunan dan Moderasi Beragama

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com – Upaya mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang rukun, damai, dan inklusif terus diperkuat melalui penguatan kapasitas generasi muda. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, 40 mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa Tahun 2026 yang merupakan hasil kerja sama Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama Republik Indonesia dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, MAg., di Gedung Rachmat Djatnika, Lantai IV Perpustakaan, Rabu (30/6/2026).

 

Rektor didampingi Direktur Rumah Moderasi Beragama Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA.,  Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama RI, Nilam Nur Azizah, S.E., M.Si. Pelatihan ini menjadi ikhtiar bersama dalam menyiapkan mahasiswa sebagai agen perdamaian yang mampu menumbuhkan budaya dialog, toleransi, serta memperkuat kerukunan di tengah keberagaman.

 

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Rosihon Anwar menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa yang majemuk. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu merawat harmoni sosial.

 

“Mahasiswa harus menjadi generasi yang mampu menghadirkan wajah Islam yang ramah, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman. Oleh karena itu, UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berkomitmen menguatkan moderasi beragama, tidak hanya melalui pelatihan bagi mahasiswa, tetapi memberikan pelatihan moderasi beragama bagi para dosen dan tenaga kependidikan di kampus tercinta ini,” tegasnya.

 

Prof. Rosihon berharap penguatan moderasi beragama tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi menjadi budaya akademik yang hidup di lingkungan kampus sehingga seluruh sivitas akademika mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang damai, toleran, dan inklusif.

 

Nilam Nur Azizah, S.E., M.Si., Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama RI, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi kerja sama antara Pusbangkom MKMB dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku keagamaan mahasiswa yang inklusif, toleran, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

 

Menurutnya, mahasiswa dipilih sebagai sasaran utama karena memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat.

 

“Moderasi beragama berarti kita tidak ekstrem ke kiri dan tidak ekstrem ke kanan. Tentunya mahasiswa menjadi target utama dalam pelatihan penguatan ini karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Di sisi lain, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change yang diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai toleransi, memperkuat persatuan, serta menangkal berbagai narasi ekstremisme di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

 

Nilam menambahkan, kerja sama antara Pusbangkom MKMB dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung bertujuan meningkatkan pemahaman dan komitmen mahasiswa terhadap nilai-nilai moderasi beragama, mendorong terciptanya iklim akademik yang toleran, inklusif, dan damai di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, serta memperkuat sinergi antarlembaga dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter kebangsaan.

 

Untuk ruang lingkup kerja sama itu meliputi penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan kegiatan, penyediaan narasumber dan fasilitator, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan laporan hasil kegiatan. Seluruh rangkaian pelatihan dirancang untuk memperkuat implementasi empat pilar moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan sikap akomodatif terhadap kebudayaan lokal.

 

Direktur Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA., didampingi oleh Sekretaris Rumah Moderasi Beragama, Dr. H. Syahrul Anwar, M.Ag., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan penguatan lanjutan dari program moderasi beragama yang telah diintegrasikan dalam sistem pembinaan mahasiswa di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

“Pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) selalu ada materi pengenalan moderasi beragama. Jadi, sejak masuk ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mahasiswa sudah diperkenalkan dengan nilai-nilai moderasi beragama sebagai bekal dalam menjalani kehidupan akademik maupun bermasyarakat,” jelasnya.

 

Pelatihan ini menjadi tahap lanjutan agar mahasiswa tidak hanya memahami moderasi beragama secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya melalui budaya dialog, sikap saling menghormati, kemampuan berpikir kritis, serta komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman.

 

Dengan mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan karakter. “Ini adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari generasi yang moderat, inklusif, dan siap menjaga harmoni dalam keberagaman,” paparnya.

 

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, dan berbagai aktivitas partisipatif yang mendorong mahasiswa memahami pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Dengan adanya kegiatan ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Pusbangkom MKMB Kementerian Agama RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya akademik yang inklusif, moderat, dan berusaha melahirkan generasi muda yang mampu menjadi pelopor kerukunan, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang damai di tengah keberagaman.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadilah Agen Bina Damai dalam Menjaga Keutuhan dan Harmoni Bangsa

    Jadilah Agen Bina Damai dalam Menjaga Keutuhan dan Harmoni Bangsa

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    CIPUTAT Kanal31.com — Dua dosen dan satu tenaga kependidikan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti Pelatihan Teknis Sosial Kultural Jenjang II yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama Republik Indonesia.   Pelatihan ini dilaksanakan secara blended learning dari 16 Juni hingga 7 Juli 2025, dengan pembelajaran […]

  • Holding Ultra Mikro Jadi Fondasi Ekonomi Kerakyatan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    Holding Ultra Mikro Jadi Fondasi Ekonomi Kerakyatan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Holding Ultra Mikro (UMi) yang diinisiasi Kementerian BUMN dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai induk dan melibatkan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dinilai menjadi fondasi ekonomi kerakyatan. Pasalnya, melalui Holding UMi, negara hadir memperkuat ekonomi mulai dari pemberdayaan pelaku usaha di segmen terkecil sekaligus sebagai upaya penguatan landasan ekonomi […]

  • Rakor Baznas Kaltim: Waryono Pamerkan Praktik Baik Program Kampung Zakat

    Rakor Baznas Kaltim: Waryono Pamerkan Praktik Baik Program Kampung Zakat

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Kalimantan) — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) provinsi dan kabupaten/kota di Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi terkait pemberdayaan zakat di daerah. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur, bercerita bahwa program Kampung Zakat bisa menjadi contoh baik dalam penyaluran zakat yang tepat sasaran. Rakor ini dihadiri 50 perwakilan BAZNAS Provinsi dan […]

  • Top! Peluncuran 2 Buku Tandai Dies Natalis ke-65 UIN Jakarta

    Top! Peluncuran 2 Buku Tandai Dies Natalis ke-65 UIN Jakarta

    • calendar_month Sab, 21 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPi-JAKARTA UIN Jakarta menggelar perayaan Dies Natalis ke-65 dengan meluncurkan dua buah buku. Satu buku di antaranya merupakan kado bagi para guru besar yang berkiprah di bidang keilmuan masing-masing. “Buku tentang 65 guru besar jumlahnya disesuaikan dengan usia UIN Jakarta yang ke-65 tahun,” kata Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dalam sambutannya di Gedung Auditorium Harun […]

  • UIN Bandung Bidik Kursi Dirjen Pesantren: Simbol Marwah dan Kesiapan SDM

    UIN Bandung Bidik Kursi Dirjen Pesantren: Simbol Marwah dan Kesiapan SDM

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Wacana mengenai siapa sosok yang bakal mengisi struktur baru Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama RI kian menghangat. Di kalangan sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, muncul aspirasi kuat agar tokoh dari kampus Islam negeri tersebut dapat terpilih memimpin direktorat anyar ini. Bagi kalangan akademisi UIN Bandung, keterlibatan perwakilan mereka […]

  • Guru dan Anggota DPR 

    Guru dan Anggota DPR 

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kalau cari kekayaan jangan jadi guru, jadi pedagang saja. Kalau cari kekayaan jangan jadi anggota DPR, jadi pengusaha saja!!   Jadi guru itu berdedikasi untuk mendidik masyarakat, jadi anggota DPR untuk berpolitik mewakili dan membawa suara rakyat. Keduanya pekerjaan mulia dan keduanya digaji, jangan khawatir, tapi mencari kekayaan jadi salah niat.   Dalam […]

expand_less