Breaking News:
Beranda » BEWARA » Top! UIN Jakarta Luncurkan Buku Narasi Ekonomi Perempuan Perdesaan

Top! UIN Jakarta Luncurkan Buku Narasi Ekonomi Perempuan Perdesaan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM-Lembaga sosial kemanusiaan Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta meluncurkan buku ‘Enablers for Muslim Women Economic Empowerment’ di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta, Senin (5/9/2022). Buku yang diterbitkan Palgrave Macmillan (2022) ini bertutur peran ekonomi perempuan di kawasan perdesaan Indonesia.

Peluncuran buku dihadiri dan dibuka langsung Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis. Selain itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga juga berkenan hadir dan menyampaikan presentasinya.

Peluncuran buku yang disertai seminar tentang pemberdayaan ekonomi perempuan dihadiri tiga pembicara, Profesor Azyumardi Azra CBE, Profesor Euis Amalia, dan Profesor Asep Saepudin Jahar. Ketiganya mempresentasikan pandangan tentang peran ganda perempuan berdasar perspektif keilmuan masing-masing.

Dalam paparannya, Profesor Amelia mengungkapkan, buku ini berangkat dari riset aksi para penulis dalam melakukan pemberdayaan perempuan di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Dalam jangka waktu 2018-2021, 110 responden berperan aktif dalam kegiatan riset aksi melalui observasi, wawancara, piloting project, pelatihan, dan pendampingan.

Sebagai informasi, buku ini ditulis oleh sejumlah peneliti yang terlibat. Diantaranya Direktur STF UIN Jakarta Profesor Amelia Fauzia, Peneliti UNSW Canberra Australia Profesor Minako Sakai dan Profesor Felix Tan.

Buku sendiri, sambung Guru Besar Sejarah ini, menjawab tiga pertanyaan penelitian. Ketiganya, bagaimana potensi toleransi di kalangan perempuan pelaku UMKM dapat dikembangkan? Bagaimana negosiasi untuk menyeimbangkan kewajiban rumah tangga dan bisnis? Dan, bagaimana dampak kemampuan digital terhadap usaha dan dampak sosial lainnya?

Hasil riset aksi sendiri mencatat sejumlah temuan penting. Terkait potensi toleransi misalnya, sebut Amelia, perempuan yang terlibat dalam aktivitas ekonomi memiliki potensi besar dalam membangun toleransi. “Kami melihat adanya hidden potential dari perempuan dalam konteks ini,” katanya.

Melalui aktivitas ekonomi yang mereka lakukan, perempuan bisa membangun kepercayaan diri dan mendorong toleransi. Ini terlihat ketika mereka menjalankan aktivitas ekonominya berlandaskan pada etika ekonomi Islam seperti keharusan melakukan amal shalih, siddiq dan amanah, haq dan ‘adl, dan ihsan dalam aktivitas ekonomi mereka.

“Etika Islam selanjutnya juga mendorong perempuan untuk meyakini pentingnya proses dibandingkan hasil semata,” tambahnya.

Apresiasi Menteri Bintang Puspayoga

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasinya atas riset aksi dan publikasi buku tersebut.  “Terima kasih kepada STF UIN Jakarta yang telah melaksanakan aksi-aksi pemberdayaan perempuan, termasuk melalui riset kerja sama UNSW Australia ini,” apresiasinya.

Menteri Bintang menuturkan, riset aksi pemberdayaan terhadap kelompok perempuan sebagai aktor ekonomi keluarga ini penting dan sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengakselerasi kebangkitan ekonomi masyarakat. “Tujuan pemerintah Indonesia bagaimana kita pulih dan bangkit lebih cepat,” katanya.

Pemerintah, sambungnya, sangat mengapresiasi riset aksi yang dilakukan dengan kerangka metodologi ketat sehingga diterbitkan menjadi buku. Sebab ini akan menjadi basis data bagi pemerintah dalam merumuskan satu kebijakan publik.

“Tentunya, berbagai keputusan pemerintah tidak bisa dilakukan tanpa hasil penelitian yang kredibel,” katanya.

Negara, sambungnya lagi, sangat berkomitmen mendorong persamaan derajat laki-laki dan perempuan. Ini dilakukan dengan mendorong partisipasi yang setara dalam mengontribusikan peran masing-masing.

Diantara prioritas pemberdayaan perempuan adalah pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan berperspektif gender. Mayoritas perempuan Indonesia sendiri menjadi ujung tombak kewirausahaan bangsa dimana 64% pemilik dan pengelola UMKM adalah perempuan dengan sektor terbanyak di fashion, kriya, dan kuliner.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat! Litbang Keagamaan Semarang Rilis Warisan Naskah Nusantara

    Selamat! Litbang Keagamaan Semarang Rilis Warisan Naskah Nusantara

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Balai Ltbang Keagamaan Semarang kini memiliki Repositori Naskah Keagamaan “Wanantara” (Warisan Naskah Nusantara). Wanantara berisi lebih dari 900 naskah maupun manuskrip keagamaan warisan para ulama nusantara yang telah berhasil dihimpun dan didigitalisasi. Keberadaan Wanantara dirilis oleh Sekjen Kemenag Nizar di Yogyakarta, Senin (19/9/2022). Sekjen Kemenag mengapresiasi inovasi yang dilakukan Balai Litbang Keagamaan dalam pelestarian […]

  • Spinbara Guru O Guia Definitivo Para Mestres Do Jogo

    Spinbara Guru O Guia Definitivo Para Mestres Do Jogo

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Prodi Manajemen S2 dan S3 UPI Fokus Tingkatkan Kemampuan Publikasi Dosen Pada Jurnal Internasional Bereputasi

    Prodi Manajemen S2 dan S3 UPI Fokus Tingkatkan Kemampuan Publikasi Dosen Pada Jurnal Internasional Bereputasi

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-TASIKMALAYA Program Studi Manajemen Jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat di Tasikmalaya. Kegiatan diselenggarakan secara daring dan luring bekerjasama dengan UPI Kampus Tasikmalaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dipandu oleh Dr. Maya Sari, SE.MM selaku Ketua Program Studi Manajemen Jenjang Magister (S2) dan Doktor […]

  • UU Pesantren Wujud Rekognisi Negara terhadap Tradisi, Kemandirian, dan Keilmuan Ponpes

    UU Pesantren Wujud Rekognisi Negara terhadap Tradisi, Kemandirian, dan Keilmuan Ponpes

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MALANG, kanal31.com — Kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Regulasi ini dinilai tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi penyelenggaraan pesantren, tetapi juga menjadi bentuk rekognisi negara terhadap tradisi keilmuan, kemandirian, dan kontribusi pesantren dalam membangun karakter bangsa. “Undang-Undang Pesantren mengakhiri panjangnya fase ketika pesantren […]

  • Ini Syarat dan Ketentuan Pendaftaran Uji Kompetensi Calon Penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir

    Ini Syarat dan Ketentuan Pendaftaran Uji Kompetensi Calon Penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag mengumumkan dibukanya pendaftaran uji kompetensi bagi calon mahasiwa baru Universitas Al-Azhar, Mesir. Ada dua jalur pendaftaran, beasiswa dan non beasiswa. “Melalui Kedutaan Besar Mesir di Jakarta, Al-Azhar memberikan kuota beasiswa melalui Kementerian Agama sebanyak 20 orang,” terang Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani di Jakarta, Jumat (19/8/2022). Kang Dhani, panggilan akrabnya, mengaku kuota beasiswa kuliah Al-Azhar sangat terbatas. […]

  • Menghidupkan Ecopedagogy: Strategi Pesantren dalam Pelestarian Lingkungan

    Menghidupkan Ecopedagogy: Strategi Pesantren dalam Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Maslani, Dosen S2 PAI UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kerusakan lingkungan akibat penambangan emas yang eksploitatif, pencemaran, dan pemanasan global bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga cerminan lemahnya kesadaran sosial masyarakat. Ketika alam dieksploitasi tanpa batas, yang terancam bukan hanya lingkungan, melainkan juga kehidupan sosial dan kesejahteraan bersama. Di tengah situasi ini, lembaga pendidikan seperti pesantren dituntut untuk mengambil peran nyata: membangun […]

expand_less