Breaking News:
Beranda » BEWARA » Penguatan Literasi Fikih Zakat untuk Amil Jadi Fokus Dewan Syariah Nasional MUI Jabar

Penguatan Literasi Fikih Zakat untuk Amil Jadi Fokus Dewan Syariah Nasional MUI Jabar

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAl31.COM BANDUNG — Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Perwakilan Jawa Barat menggelar Workshop Penguatan Literasi Fikih Zakat untuk Amil bertajuk “Recharging Literasi Fikih Zakat untuk Amil yang Inovatif” selama 2 hari di Hotel Shakti Gedebage Bandung dari tanggal 19-20 November 2024

Sebanyak 114 peserta mengikuti Workshop ini dengan menghadirkan narasumber: Anang Jauharuddin, Ketua Baznas Jabar, Achmad Ridwan Wakil Ketua II Baznas Jabar bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan; Muhammad Rifai, Ketua Tim Peningkatan Kualitas Pembinaan, Pengawasan dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf; Rahmat Syafe’i, Ketua Umum MUI Jabar, Badruzaman, Wakil Ketua MUI Jabar; Asep Zainal Muttaqin, ST., M.Ag, Ketua DSN-MUI Perwakilan Jabar, Sofian Al-Hakim, Dosen UIN Bandung yang dipandu oleh Fahmi Hasan Nugroho.

Dalam sambutannya, Anang Jauharuddin menyampaikan amil zakat memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia. Sebagai pengelola dana umat, amil zakat dituntut untuk memiliki kompetensi yang tinggi dalam berbagai aspek, mulai dari pengumpulan, pengelolaan, hingga pendistribusian dana zakat.

Namun, berdasarkan berbagai penelitian dan observasi, masih terdapat banyak amil zakat yang belum memiliki kompetensi yang memadai untuk menjalankan tugasnya secara profesional.

“Saya meminta agar kegiatan ini harus bisa terlaksana dengan rutin agar kompetensi amil dan Dewan Pengawas Syariah di lembaga pengelola ZIS terus berkembang dan dapat memberikan solusi umat,” tegas Anang melalui keterangan resminya, Kamis (21/11/2024).

Hasil studi yang dilakukan di BAZNAS (Bazis) DKI Jakarta menemukan bahwa kompetensi amil zakat memiliki pengaruh signifikan terhadap pengelolaan dana zakat. Penelitian ini melibatkan 43 amil zakat sebagai responden.

Mari kita bandingkan dengan survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Strategis BAZNAS dan Kementerian Agama pada tahun 2020 menunjukkan bahwa tingkat literasi zakat nasional berada pada skor 66,78, yang masuk dalam kategori menengah atau moderat. Survei ini melibatkan 3200 responden dari 32 provinsi di Indonesia.

“Kondisi ini disebabkan beberapa faktor, antara lain kurangnya pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan bagi amil zakat, serta minimnya akses terhadap sumber daya dan informasi yang relevan,” jelasnya.

Rahmat Syafe’i, saat membuka workshop menegaskan diperlukan upaya yang sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan kompetensi amil zakat agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien.

“Zakat harus dikelola oleh amil yang profesional. Karena jika suatu urusan diserahkan kepada orang tidak kompeten maka tunggulah kehancuran,” bebernya.

Dalam laporannya Asep Zainal Muttaqin, menyebutkan kegiatan workshop ini diikuti oleh semua perwakilan Baznas se-Jawa Barat dan LAZ yang ada di Jabar. “Alhamdulillah kegiatan ini disambut antusias, karena dari 100 orang target peserta, ternyata diikuti oleh 114 peserta yang aktif sampai kegiatan berakhir. Terima kasih kepada MUI dan Baznas yang telah mendorong terlaksananya workshop ini,” tuturnya.

Workshop ini menjadi wahana para amil untuk bersilaturahmi dan bersilatuilmi dalam meningkatkan aspek literasi fikih zakat. Kegiatan ini diharapkan memberikan pelatihan dan pembekalan kepada amil zakat mengenai berbagai aspek penting dalam pengelolaan zakat. “Melalui workshop ini, diharapkan para amil zakat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka terkait fikih zakat. Sehingga amil lebih mampu berinovasi dalam melahirkan program yang relevan dengan kebutuhan, tapi tetap berjalan pada koridor syariah,” ujarnya.

Saat memberikan materi Sofian Al-Hakim, mengurai aspek fikih dalam distribusi zis, terutama untuk asnaf amil dan fi sabilillah. Dengan komprehensif konteks fikih terkait lahirnya regulasi dan fatwa terkait hak oprerasional untuk amil dan ashnaf fi sabilillah. “Konteks fikih ini harus dikuasai amil dan DPS agar dapat melakukan inovasi dalam penysunan program ZIS yang tetap merujuk pada ketentuan syariah yang relevan dengan ketentuan regulasi dan kepentigan NKRI,” tandasnya.

Sebagai yang menjadi adagium peneglolaan zakat di Indoenesia yaitu 3 A. (Aman syariah, aman regulasi dan aman NKRI).

Badruzaman, dalam penutupan worshop menegaskan bahwa umat Islam harus kaya supaya bisa berzakat untuk membina umat yang sejahtera.

Dalam Islam, kekayaan dipandang sebagai amanah yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya. Dengan kekayaan, seorang Muslim memiliki peluang untuk melakukan kebaikan yang lebih besar, termasuk membangun kesejahteraan umat melalui zakat, sedekah, infak, dan amal lainnya.

Salah satu caranya menunaikan kewajiban zakat. Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam. “Dengan menjadi kaya, seorang Muslim mampu mengeluarkan zakat yang manfaatnya sangat luas, baik untuk fakir miskin, pembangunan masyarakat, pendidikan, maupun penyebaran dakwah,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji Turun Setelah Jadi PPPK

    Gaji Turun Setelah Jadi PPPK

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA Kanal31.com — Seorang follower saya, namanya Rosid. Asal Purwakarta, Jawa Barat. Ia beberapa kirim pesan di kolom komentar, mengeluh gaji turun setelah diangkat menjadi pegawai PPPK. Berikut keluhan beliau yang saya coba narasikan gaya Koptagul, wak! Ini bukan dongeng. Ini bukan fabel. Ini kisah nyata dari kolom komentar, berulang kali muncul seperti iklan pinjol yang […]

  • Relasi Agama dan Negara

    Relasi Agama dan Negara

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Fikr Cirebon
    • 0Komentar

    CIREBON, kanal31.com –Kemarin di hadapan audien acara bedah buku Qanun Asasi NU, karya Ibu hj. Dr. Lelly Leiliyyah , isteri K.H. Andul Hakim Mahfuzh, atau Gus Kikin, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, dengan moderatator Gus Nas, di PP. Kebon Jambu, asuhan Ibu Ny. Masriyah Amva, aku menyampaikan ini. Dalam situasi kehidupan berbangsa dan bernegara seperti sekarang […]

  • Inilah Modul Latihan Penulisan Artikel Ilmiah Kelas Menulis Tentang Moderasi Beragama di Media

    Inilah Modul Latihan Penulisan Artikel Ilmiah Kelas Menulis Tentang Moderasi Beragama di Media

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Topik: Gagasan Islam Moderat dalam Ruang Media untuk Konstruksi Sosial Moderasi Beragama di Indonesia Wahyudin Darmalaksana Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung yudi_darma@uinsgd.ac.id Tahap 1 Permasalahan Utama, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat Penelitian Permasalahan utama penelitian ini adalah terdapat gagasan Islam moderat dalam ruang media untuk konstruksi sosial moderasi beragama di Indonesia. Sejalan […]

  • Intelektualisme Islam selalu Berdinamika dalam Konteks Ruang dan Waktu

    Intelektualisme Islam selalu Berdinamika dalam Konteks Ruang dan Waktu

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Trajektori evolusioner Sejarah Sosial Intelektual Islam menegaskan bahwa agama Islam tidak pernah berhenti pada ruang hampa doktrinal; ia terus mengonstruksi sejarah dengan merespons kekuatan-kekuatan geopolitik, kolonialisme, dan perubahan struktur kebudayaan secara dialektis.   Transmisi tradisi keislaman Nusantara, sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi Azra dan Michael Laffan, menyingkap jalinan kosmopolitan yang membentuk ikatan kebangsaan modern, […]

  • Aplikasi MiChat, Solusi Buat Kamu yang Kesepian Nich

    Aplikasi MiChat, Solusi Buat Kamu yang Kesepian Nich

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Jangan bilang kalian tidak tahu MiChat. Terutama kalian para laki-laki hidung belang. Aplikasi MiChat ini terkenal mampu memberikan teman dengan sekejap. Hmm.. Kok bisa? Fitur-fitur yang ada di dalamnya berhasil menarik sebuah komunitas besar, terutama mereka yang bergerak di dunia malam. Masih penasaran? Jadi begini, yang membuat aplikasi ini menarik bagi saya adalah tidak […]

  • Bentuk Kurikulum Berbasis Cinta? Jangan Menghajar, Tapi Mengajar

    Bentuk Kurikulum Berbasis Cinta? Jangan Menghajar, Tapi Mengajar

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT kanal31.com — Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) terus digaungkan sebagai upaya menanamkan nilai kasih sayang di lingkungan pendidikan keagamaan di Indonesia.   Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan bahwa pendidikan berbasis cinta harus menerapkan prinsip afirmasi positif dalam implementasinya.   “Proses […]

expand_less