Kamis, 4 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » INSPIRASI » Prof. Usep Dedi Rostandi: Sang Penjaga Moderasi yang “Leuleus Jeujeur Liat Tali”

Prof. Usep Dedi Rostandi: Sang Penjaga Moderasi yang “Leuleus Jeujeur Liat Tali”

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
  • comment 0 komentar

DALAM dunia akademik yang sering kali kompetitif, kehadiran Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA. membawa warna yang meneduhkan. Sosoknya bukan sekadar seorang Guru Besar dalam bidang Pendidikan Islam Indonesia di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, melainkan personifikasi dari kearifan lokal Sunda yang bertemu dengan kedalaman ilmu agama.

Dilihat jejak pengabdiannya, dari mulai ruang kelas hingga kebijakan, perjalanan karier Prof. Usep adalah potret dedikasi tanpa henti di Fakultas Ushuluddin. Dimulai dari langkah sebagai Dosen Luar Biasa, ia kemudian dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Pembantu Dekan, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah 2 Jawa Barat-Banten, hingga Direktur Rumah Moderasi Beragama. Di tangannya, isu-isu sensitif terkait kerukunan dan tafsir agama dikelola dengan kepala dingin dan hati yang terbuka.

Kepakarannya tidak perlu diragukan. Ia merupakan ahli dalam tafsir dan ulumul Qur’an, dengan mendalami Tafsir Kontemporer hingga Tafsir Pendidikan. Di bidang Ilmu Tasawuf, ia tak luput membawa nilai-nilai spiritualitas ke dalam ruang akademik. Termasuk dalam hal Moderasi Beragama, ia menjadi garda terdepan dalam merawat keberagaman di Jawa Barat.

Kiprahnya di berbagai organisasi, laki-laki kelahiran Bandung 14 Januari 1966 ini mampu menjembatani umat, sehingga pengaruhnya melampaui batas dinding kampus. Prof. Usep adalah tokoh kunci dalam berbagai organisasi besar di Jawa Barat dan Kabupaten Bandung, terutama ketika ia menjadi Wakil Ketua PWNU Jawa Barat dan Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung. Lalu menjadi ketua FKUB Kabupaten Bandung, di mana ia menjadi jembatan perdamaian antarumat beragama. Dan, sebagai wakil ketua MUI Kabupaten Bandung, mampu memberikan arahan fatwa dan bimbingan bagi masyarakat.

Filosofi Hidupnya, lembut namun tangguh. Jika ada satu hal yang paling melekat pada sosoknya, itu adalah karakter “Leuleus jeujeur liat tali, landung kandungan laèr aisan”. Pepatah Sunda ini menggambarkan pribadi Prof. Usep yang penuh pertimbangan, tidak mudah patah semangat saat dihantam masalah, dan selalu bersikap adil.

Abiturien Pesantren Sumur Bandung Cililin Bandung ini dikenal sebagai pribadi yang santun dan bertutur lembut, tak pernah bicara dengan nada keras, apalagi menyakiti. Ia penyabar, tetap tenang meski dihantam berbagai tudingan dan fitnah. Ia juga dipandang memiliki sifat zuhud terhadap jabatan. Baginya, posisi adalah amanah, bukan ambisi yang harus dikejar dengan segala cara.

Raihan gelar Guru Besar yang belum lama ini ia terima merupakan kado bagi keteguhannya dalam berikhtiar. Baginya, menjadi profesor bukanlah sesuatu yang pernah ia bayangkan atau targetkan secara berlebihan. “Kita hanya berikhtiar. Dan tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak,” ujar suami dari Hj. Imas Sudiarti ini, dengan rendah hati.

Prof. Usep Dedi Rostandi membuktikan bahwa di era modern ini, kecerdasan intelektual yang tinggi tetap bisa bersanding mesra dengan kerendahan hati dan budi pekerti yang luhur. Ia adalah pelindung bagi yang lemah dan teman diskusi yang hangat bagi siapa saja yang mencari pencerahan.

Inovasi Pemikirannya adalah Tafsir Multibahasa (Translanguaging). Sebagai pakar, Prof. Usep membawa terobosan dalam pembelajaran Tafsir. Ia memperkenalkan konsep Translanguaging, sebuah model pembelajaran dialogis yang mengintegrasikan tiga bahasa: Bahasa Arab untuk menjaga orisinalitas teks dasar; Bahasa Indonesia untuk kontekstualisasi nilai lokal dan nasional; Bahasa Inggris untuk menjembatani wawasan akademik global. Gagasan ini bertujuan menciptakan kelas Tafsir yang inklusif, kritis, dan relevan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri budaya dan agama.

Dalam praktiknya, agenda yang perlu kita dorong adalah memperkuat pelatihan dosen, mengembangkan alat pengajaran multibahasa, dan memperbarui desain kurikulum tafsir dialogis.

“Untuk penelitian lebih lanjut, saya mendorong pengujian model pembelajaran tafsir multibahasa dalam berbagai konteks PTKIN, termasuk lintas kampus dan lintas tingkat jenjang, serta pengembangan instrumen penilaian yang lebih akurat,” katanya.(nanangs)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idulfitri: Tradisi Zakat dan 5 Tempat Terpercaya di Bandung untuk Menunaikannya

    Jelang Idulfitri: Tradisi Zakat dan 5 Tempat Terpercaya di Bandung untuk Menunaikannya

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana religius yang khas di Kota Bandung. Selain dipenuhi kegiatan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, kajian Ramadhan, dan ngabuburit di berbagai sudut kota, masyarakat juga bersiap menunaikan zakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Muslim di Bandung yang dikenal religius sekaligus memiliki kepedulian […]

  • Guru MTsN 1 Labura Bikin Taman Mini Madrasah dari Botol Bekas

    Guru MTsN 1 Labura Bikin Taman Mini Madrasah dari Botol Bekas

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LABURA kanal31.com — Namanya Ernita, guru sekaligus Kepala Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Labuhanbatu Utara. Ia menciptakan inovasi unik dan ramah lingkungan dengan membuat taman mini di depan ruangan perpustakaan MTsN 1 Labuhanbatu Utara.   Dilansir dari Kemenag, Selasa (23/9/2025), Ernita bercerita bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, seperti memanfaatkan limbah plastik […]

  • Jejak Praktik Baik Gerakan Perdamaian di Kota Bandung

    Jejak Praktik Baik Gerakan Perdamaian di Kota Bandung

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi S1 Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Esoterika Fellowship Program, Initiatives for Change (IofC) Indonesia, dan Rumah Moderasi Beragama (RMB) menggelar “Peace Café: Belajar Bersama dengan Komunitas Perdamaian di Bandung” di Museum/Galeri Sejarah Kebudayaan Indonesia Tionghoa, Jl. Nana Rohana No. 37, Kota Bandung, Senin (24/11/2025). […]

  • Prof. Dudang: Kuliah di FEBI untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat

    Prof. Dudang: Kuliah di FEBI untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag kembali menekankan bahwa jebolan FEBI UIN Bandung harus menjadi pemenang dalam kompetisi ekonomi di era Indonesia Emas 2045. Baik identitasnya sebagai Pemikir Ekonomi, Penggerak Ekonomi, maupun Pelaku Ekonomi. Penekanan ini disampaikan Prof. Dudang pada saat […]

  • Mengagumi Ulama dan Artisme

    Mengagumi Ulama dan Artisme

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Mengagumi seorang ulama tanpa ulama itu pernah benar-benar menyadarkan kita secara pribadi, adalah artisme, yaitu psikologi kekaguman yang tak ada bedanya dengan mengagumi sosok, tokoh atau artis pada umumnya.   Pertama, ulama itu bukan untuk dikagumi tapi diserap ilmunya dan diamalkan sebisanya. Bila tak ada yang bisa diserap ilmunya sesuai minat dan kapasitas […]

  • Wakil Ketua DPR RI Apresiasi Insentif Mudik Lebaran, Ingatkan THR Pekerja Segera Dibayar

    Wakil Ketua DPR RI Apresiasi Insentif Mudik Lebaran, Ingatkan THR Pekerja Segera Dibayar

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi kebijakan insentif Lebaran 2025 untuk masyarakat yang diberikan Pemerintah. Ia juga mengingatkan perusahaan-perusahaan untuk segera membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada para pekerjanya.   “Banyaknya insentif dari Pemerintah yang dikeluarkan melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto tentunya sangat membantu masyarakat yang kebutuhannya pasti meningkat saat […]

expand_less