Breaking News:
Beranda » NASIONAL » UIN Bandung Kokohkan Posisi Puncak PTKIN, Rumah Jurnal Genjot Standar Akreditasi Nasional

UIN Bandung Kokohkan Posisi Puncak PTKIN, Rumah Jurnal Genjot Standar Akreditasi Nasional

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com— Rumah Jurnal UIN Bandung bergerak cepat dalam memperkuat infrastruktur dan tata kelola publikasi ilmiah. Salah satu langkah konkretnya, Rumah Jurnal segera melakukan roadshow ke berbagai fakultas untuk berkoordinasi langsung dengan para pengelola jurnal. Ini sebagai respons cepat atas kendala jaringan dan aksesibilitas situs web jurnal yang sempat dikeluhkan para asesor.

Demikan penegasan ketua Rumah Jurnal UIN Bandung, Hamdan Sugilar, M.Pd. saat memberikan sambutan dalam acara workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Nasional Arjuna II, di Aula Lecture Hall LP2M, Rabu (16/09/2026).

“Guna menyelesaikan berbagai kendala teknis serta meningkatkan standar kelayakan jurnal, kita susun sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan jaringan hingga penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK),” jelasnya.

​​Untuk mengatasi kendala akses tersebut, Rumah Jurnal telah berkoordinasi dengan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), berencana mengajukan permohonan ke pimpinan fakultas untuk membuat server baru berbasis fakultas. ​”Kami ingin penguatan jejaring IT ini benar-benar andal, sehingga situs jurnal dapat diakses dengan mudah tanpa kendala,” ujar Hamdan.

Selain pembenahan infrastruktur, katanya, Rumah Jurnal juga mengagendakan evaluasi tahunan pengelolaan jurnal yang melibatkan perwakilan utusan dari setiap fakultas. Evaluasi ini difokuskan pada penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) guna melegalisasi dan menyeragamkan komponen biaya, termasuk Article Processing Charge (APC).

​Penyusunan SBK bertujuan agar pelaporan pertanggungjawaban keuangan —baik biaya pengelolaan per artikel maupun per edisi—memiliki standar yang seragam dan transparan saat diaudit oleh BPK. Pasca-kegiatan pendataan, para pengelola jurnal juga diimbau untuk mengisi data nomor rekening dan APC melalui formulir digital yang disediakan.

​Hamdan juga menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan dan pendampingan penuh bagi para pengelola jurnal di lingkungan kampus. Pihaknya siap menjadi jembatan komunikasi dengan pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II, apabila ditemukan kendala operasional yang membutuhkan kebijakan strategis.

Menyinggung kegiatan workshop, Hamdan menjelaskan, workshop kali ini digelar untuk persiapan Akreditasi Jurnal Nasional, membahas berbagai ketentuan terbaru akreditasi jurnal nasional, termasuk perubahan-perubahan penting yang perlu dipahami dan dipersiapkan oleh seluruh pengelola jurnal. Worshop menghadirkan narasumber Tinton Dwi Atmaja (Koordinator Asesor Jurnal Nasional) dipandu menderator Dr. Busro, M.Ag.

Bangga atas Kinerja Rumah Jurnal

Kinerja Rumah Jurnal maupun Pengelola Jurnal mendapatkan apresiasi yang mendalam dari pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Bandung.

“Rumah Jurnal dan pengelola jurnal berhasil mengantarkan kampus ini meraih posisi puncak dalam publikasi bereputasi internasional di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN),” ujar Sekretaris LP2M Prof. Dr. Sarbini, M.Ag saat membuka workshop.

‎​Menurutnya, Rumah Jurnal membawa kampus hingga mampu mendominasi jurnal terindeks Scopus, hingga UIN Bandung  berhasil mengoleksi 9 jurnal terindeks Scopus, menempati posisi tertinggi di antara PTKIN se-Indonesia.

“‎Selain publikasi jurnal, UIN Bandung juga berhasil mencatatkan rekor capaian paten tertinggi se-Indonesia yang diawali dari inisiasi tim Rumah Jurnal. Kita merasa bangga atas keberhasilan Rumah Jurnal yang mampu mendongkrak capaian akademis universitas,” tambah Prof. Sarbini.

‎Ia juga menyoroti dedikasi para pengelola jurnal yang kerap bekerja atas dasar keikhlasan. Mengingat beban kerja pengelolaan jurnal yang berat belum sebanding dengan insentif yang diterima, Prof. Sarbini mendorong penyusunan Standar Biaya Keluaran (SBK) untuk meningkatkan kesejahteraan para pengelola jurnal.

“Ayo kita terus berinovasi dan membangun kolaborasi guna meningkatkan angka sitasi, yang menjadi pendorong utama daya saing kampus di tingkat internasional,” ajak Prof. Sarbini.(nas)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Cara Kemenag-BPS Susun Instrumen Survei Kepuasaan Jemaah Haji 2023

    Begini Cara Kemenag-BPS Susun Instrumen Survei Kepuasaan Jemaah Haji 2023

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Badan Pusat Statistik (BPS) dalam 11 tahun terakhir selalu melakukan survei kepuasaan jemaah Indonesia setiap penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Survei yang sama akan kembali dilakukan dalam operasional ibadah haji 1444 H/2023 M. Salah satu tahapanya, adalah menyusun instrumen survei. Instrumen ini dibahas bersama Tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag dan BPS […]

  • Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Program studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (15/5/2024). Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM, didampingi sekretaris Fithri Dzikrayah, S. E., M. E. Sy., menjelaskan benchmarking ini untuk meningkatkan kualitas dan kinerja program studi […]

  • Puasa dari Medsos, Mungkinkah?

    Puasa dari Medsos, Mungkinkah?

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Dunia digital itu terasa intim. Feed saya beda dengan feed Anda. Algoritma seperti tahu selera, luka, bahkan ego kita. Ia beri sedikit validasi—cukup untuk bikin nagih. Scroll jadi refleks. Jempol kadang lebih disiplin daripada zikir.   Yang melelahkan sering bukan pekerjaan, tapi kebutuhan untuk “terlihat”: terlihat produktif, stabil, bahagia. Padahal hidup nyata tidak […]

  • Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — 14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Kabar meninggalnya filsuf yang konon ditahbis sebagai penjaga modernisme ini menjadi penutup satu kisah penting dalam album sejarah intelektual dunia. Kepergian Jurgen Habermas tidak hanya menutup perjalanan seorang filsuf, tetapi meninggalkan gema panjang tentang satu hal yang semakin jarang kita rawat: […]

  • Pasar Tumpah Takjil di Jalan AH Nasution Cibiru

    Pasar Tumpah Takjil di Jalan AH Nasution Cibiru

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Tradisi Ngabuburit di Depan Kampus UIN Bandung BANDUNG Kanal31.com — Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sepanjang Jalan AH Nasution, Cibiru, tepatnya di depan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, berubah menjadi lautan manusia. Deretan pedagang takjil memenuhi sisi jalan, menghadirkan berbagai hidangan berbuka yang menggoda selera. Fenomena ini kerap disebut warga sebagai pasar tumpah […]

  • Jangan Sederhanakan Kepemimpinan Menjadi Soal Identitas Sempit

    Jangan Sederhanakan Kepemimpinan Menjadi Soal Identitas Sempit

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SGD Bandung, Ketua KBNU UIN SGD Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Setiap kali kursi kepemimpinan menjadi perbincangan. Perdebatan terlalu cepat berbelok pada pertanyaan “siapa”, sementara pertanyaan “mengapa ia layak” justru hampir selalu tercecer. Ada semacam “godaan” menjadikan identitas sebagai jawaban atas persoalan yang jauh lebih rumit. Laki-laki atau perempuan, muda atau senior, dari kelompok ini atau kelompok itu, seakan cukup menjadi alasan untuk menilai […]

expand_less