Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Ponpes Berkedok Tahfiz Quran Berubah Jadi Tempat Predator Anak, Digeruduk Warga Pati 

Ponpes Berkedok Tahfiz Quran Berubah Jadi Tempat Predator Anak, Digeruduk Warga Pati 

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR kanal31.com — Belum hilang kisah Syekh Ahmad Al Misry, pendakwah Mesir yang dulu dipuja-puja sebagai juri hafiz Indonesia, simbol “keislaman murni”. Jadi tersangka karena predator anak. Hari ini, bayang-bayang suci itu hancur lebur digantikan realita berdarah. Hal serupa terjadi di Ponpes Ndholo Kusumo, Tlogosari, Tlogowungu, Pati, sebuah lembaga berkedok tahfiz Qur’an justru menjadi rumah jagal anak-anak tak berdosa. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Siapa pelakunya? Dialah Ashari alias AS. Pengasuh ponpes tersebut. Seharusnya menjaga akhlak umat, malah berubah menjadi predator seksual paling sadis yang selama bertahun-tahun. Setidaknya sejak 2024 hingga 2026, ia mencabuli, memperkosa, dan menghancurkan puluhan santriwati kecil berusia 12 hingga 16 tahun. Mayoritas kelas 1 sampai 3 SMP. Delapan korban sudah berani melapor resmi, tapi jumlah sebenarnya diperkirakan mengerikan, 30 hingga 50 anak. Banyak di antaranya yatim piatu dari keluarga miskin yang dititipkan demi “pendidikan gratis”.

 

Betapa kejinya! Anak-anak yatim yang datang dengan harapan hafal Qur’an dan selamat akhirat, justru dihubungi tengah malam lewat WA oleh “kiainya” sendiri. Mereka dipaksa menemani tidur, diancam diusir dari ponpes kalau berani menolak. Lalu, diperkosa berulang kali. Ada yang hamil akibat perbuatan bejat itu, lalu dipaksa dinikahkan dengan santri lain demi menutup aib.

 

Doktrin agama dipelintir jadi senjata paling busuk. Ancaman fitnah, janji keberkahan palsu, hingga ancaman keluar dari pondok yang artinya kehilangan segalanya. Ponpes tahfiz yang katanya penuh barokah ini ternyata sarang pemerkosa sistematis yang memanfaatkan kesucian agama sebagai tameng paling hina. Pendidikan gratis? Itu hanya umpan mematikan bagi anak-anak lemah yang tak punya pilihan.

 

Tragedi ini berlangsung bertahun-tahun dalam diam. Laporan pertama masuk sejak 2024, bahkan September 2024, tapi polisi bergerak seperti siput. Baru setelah korban yang sudah lulus memberanikan diri, dibantu kuasa hukum Ali Yusron, dan akhirnya ribuan warga serta Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) menggeruduk ponpes pada 2 Mei 2026. Mereka memasang spanduk “Sang Predator” di pagar rumah Ashari. Kasus ini mulai mendapat perhatian. Ashari akhirnya ditetapkan tersangka oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Pati.

 

Tapi, hingga kini monster itu masih bebas berkeliaran, belum ditahan. PCNU Pati mendesak kasus diproses tuntas. GP Ansor Pati turun ke lapangan menuntut hukuman berat. Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengecam keras kelambanan aparat dan meminta hukuman maksimal penjara seumur hidup. Sementara Dinsos P3AKB Pati mendampingi korban yang trauma psikis berat. Namun semua itu terasa hampa saat pelaku masih santai di luar jeruji.

 

Ini bukan kasus pelecehan biasa. Ini penyiksaan massal terhadap generasi bangsa di bawah jubah agama yang paling suci. Ashari bukan oknum, dia iblis berbaju kiai yang dibiarkan lama sekali. Betapa ironis dan memuakkan negeri ini. Di mana-mana ceramah hafalan Qur’an dan akhlak mulia, tapi di balik dinding ponpes tahfiz, anak yatim diperbudak nafsu paling kotor. Agama yang seharusnya menjadi pelindung malah dijadikan alat pemerkosaan paling keji. Cukup sudah! Kalau sistem peradilan dan umat masih lembek seperti ini, berapa lagi ratusan anak yang harus jadi korban sebelum para predator berjubah ini benar-benar dihabisi hukuman seberat-beratnya? Darah dan air mata anak-anak yatim ini menjerit minta keadilan. Marah besar adalah kewajiban kita semua.

 

Bagi para pengasuh Ponpes Tahfiz Qur’an seluruh Indonesia, kalau ada niat, ingin seperti Ashari, hentikan sekarang. Tobatlah sebelum digeruduk massa. Hukuman sosial jauh lebih mengerikan dari sekadar masuk penjara.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soekarno Run 2025: Jadikan Bandung sebagai Kota Perjuangan dan Sport Tourism

    Soekarno Run 2025: Jadikan Bandung sebagai Kota Perjuangan dan Sport Tourism

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com Kota Bandung bersiap menyambut ribuan pelari dari berbagai penjuru dalam gelaran Soekarno Run Bandung 2025 dilaksanakan Minggu, (8/6/2025).   Sebagai bagian dari peringatan 124 tahun kelahiran Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, ajang ini tak sekadar olahraga massal, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa yang lekat dengan Kota Bandung. Sebanyak 6.601 pelari […]

  • Bangga! 2 Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda Juara MTQ Jateng XXX

    Bangga! 2 Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda Juara MTQ Jateng XXX

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tahun 2024 berlangsung di Kabupaten Pati, 25-29 April 2024. MTQ Jateng XXX ini diikuti 830 peserta. Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh turut serta mengirim delegasi, Mohamad Khizam Ali dan Aini Ulfiyah Farida. Keduanya adalah penerima beasiswa pada Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) […]

  • Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

    Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Banjir besar yang melanda Aceh beberapa hari terakhir bukan hanya menenggelamkan rumah dan memutus jalur transportasi. Musibah ini hampir mengubur asa anak-anak berprestasi Aceh untuk tampil di ajang nasional Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. Namun di tengah nestapa, tekad mereka justru makin menguat bahkan menorehkan prestasi gemilang. Sebutlah Khaidar Munarzi, siswa […]

  • 86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Analisis Pengembangan Kementerian dan Lembaga Mahmud Syaltout Syahidulhaq Qudratullah menyebut, sampai saat ini, belum semua konflik sosial di Indonesia terselesaikan. Namun, dari konflik yang terselesaikan, 86% di antaranya diselesaikan oleh penghulu, penyuluh, dan pembimas. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Bimtek Implementasi Sistem Peringatan Dini pada KUA Revitalisasi […]

  • Delegasi UIN Bandung Gaungkan Inovasi dalam INCOILS V dan Forum Direktur Pascasarjana se-Indonesia

    Delegasi UIN Bandung Gaungkan Inovasi dalam INCOILS V dan Forum Direktur Pascasarjana se-Indonesia

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, kanal31.com — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Forum Direktur Pascasarjana (FODIPAS) PTKIN se-Indonesia menyelenggarakan International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS) V pada 21–23 November 2025 bertempat di Grand Rohan Jogja Hotel, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh para Direktur, Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta akademisi Pascasarjana dari seluruh Indonesia. Hadir pula […]

  • Implementasi MBKM 2022, UIN Bandung Buka 4 Program Literasi Mahasiswa

    Implementasi MBKM 2022, UIN Bandung Buka 4 Program Literasi Mahasiswa

    • calendar_month Kam, 14 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung membuka peluang kerjasama seluas-luasnya dengan mitra strategis. Peluang kerjasama ini diarahkan dalam rangka implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr Wahyudin Darmalaksana MAg menjelaskan “kerjasama yang kami tawarkan berupa Program Literasi Mahasiswa (PLM) untuk sasaran penguatan kompetensi kemampuan keterampilan khusus dalam memenuhi Capaian […]

expand_less