Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » ITB dan BAPPERIDA Pangkep Bahas Peluang Kolaborasi Pengembangan Wilayah Kepulauan

ITB dan BAPPERIDA Pangkep Bahas Peluang Kolaborasi Pengembangan Wilayah Kepulauan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKAJENE dan KEPULAUAN, kanal31.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng. melakukan kunjungan ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Pangkep, khususnya dalam mendukung pengembangan wilayah kepulauan.

Dalam pertemuan tersebut, Amril, S.Pi., M.T., M.A., selaku Kepala BAPPERIDA Kabupaten Pangkep, menyampaikan gambaran mengenai kondisi dan tantangan pembangunan di wilayah Pangkep. Kabupaten Pangkep memiliki wilayah administrasi yang sangat luas, sementara kawasan daratan utama hanya mencakup sekitar 9 persen dari keseluruhan wilayah.

Sebagian besar wilayah lainnya merupakan kawasan kepulauan yang dihuni masyarakat dan masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, terutama akses listrik, air bersih, dan infrastruktur telekomunikasi.

Menurut Amril, Kabupaten Pangkep memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, keterbatasan pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam mengelola sumber daya tersebut secara optimal menyebabkan pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi salah satu prioritas pembangunan. “Penguatan kapasitas masyarakat menjadi penting agar potensi sumber daya alam yang dimiliki dapat dikelola secara berkelanjutan dan pada akhirnya mampu mendorong kemandirian masyarakat kepulauan,” jelasnya, Selasa (25/8/2026).

Selain kebutuhan dasar, kawasan kepulauan Pangkep dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung aktivitas ekonomi antarpulau. Beberapa wilayah seperti Pulau Sailus yang berada di kawasan dekat Nusa Tenggara Barat serta wilayah Liukang Kalmas yang berbatasan dengan kawasan Kalimantan Timur memiliki potensi untuk berkembang menjadi wilayah penyangga dan penghubung aktivitas ekonomi. ” “Untuk mewujudkan potensi tersebut, pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting,” tuturnya.

Amril menyampaikan bahwa salah satu komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan di wilayah kepulauan Pangkep adalah rumput laut. Komoditas tersebut tidak hanya dapat dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. “Pemanfaatan teknologi digital, termasuk e-commerce, diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas akses pasar sehingga produk-produk dari wilayah kepulauan dapat dipasarkan kepada konsumen di luar daerah,” ujarnya.

Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng. menjelaskan sejumlah teknologi yang sebelumnya telah dikembangkan ITB dan berpotensi diimplementasikan di wilayah kepulauan Pangkep. “Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan, serta teknologi penjernihan air untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ketersediaan energi listrik juga menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi digital di wilayah kepulauan. Dengan dukungan infrastruktur energi dan telekomunikasi yang memadai, berbagai teknologi digital, termasuk platform e-commerce, dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nana juga berbagi pengalaman mengenai pengembangan teknologi budidaya rumput laut yang pernah dilakukan bersama tim melalui pendanaan hibah Kementerian Komunikasi dan Informatika. “Teknologi tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada masyarakat, namun keberlanjutan pemanfaatannya menghadapi kendala karena masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pemeliharaan dan perbaikan peralatan,” tegasnya.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa keberhasilan penerapan teknologi di masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi itu sendiri, tetapi juga oleh kesiapan dan kapasitas masyarakat sebagai pengguna. “Oleh karena itu, program pengabdian berikutnya perlu dirancang tidak hanya dalam bentuk penyediaan atau implementasi teknologi, tetapi juga disertai dengan pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan mengenai pengoperasian, pemeliharaan, dan perbaikan peralatan,” katanya.

Pertemuan antara ITB dan BAPPERIDA Kabupaten Pangkep diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih konkret dalam bidang penelitian, inovasi teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal serta dapat diterapkan secara berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan souvenir dari ITB kepada BAPPERIDA Kabupaten Pangkep. Penyerahan tersebut menjadi simbol hubungan baik sekaligus harapan agar pertemuan ini dapat menjadi titik awal kerja sama yang lebih luas antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam mendorong kemandirian, konektivitas, dan pengembangan ekonomi masyarakat kepulauan.

 

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intelektualisme Islam selalu Berdinamika dalam Konteks Ruang dan Waktu

    Intelektualisme Islam selalu Berdinamika dalam Konteks Ruang dan Waktu

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Trajektori evolusioner Sejarah Sosial Intelektual Islam menegaskan bahwa agama Islam tidak pernah berhenti pada ruang hampa doktrinal; ia terus mengonstruksi sejarah dengan merespons kekuatan-kekuatan geopolitik, kolonialisme, dan perubahan struktur kebudayaan secara dialektis.   Transmisi tradisi keislaman Nusantara, sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi Azra dan Michael Laffan, menyingkap jalinan kosmopolitan yang membentuk ikatan kebangsaan modern, […]

  • Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — 14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Kabar meninggalnya filsuf yang konon ditahbis sebagai penjaga modernisme ini menjadi penutup satu kisah penting dalam album sejarah intelektual dunia. Kepergian Jurgen Habermas tidak hanya menutup perjalanan seorang filsuf, tetapi meninggalkan gema panjang tentang satu hal yang semakin jarang kita rawat: […]

  • Masa Depan UMKM Global: Integrasi Kecerdasan Buatan dan Ekonomi Sirkuler Jadi Kunci Daya Saing

    Masa Depan UMKM Global: Integrasi Kecerdasan Buatan dan Ekonomi Sirkuler Jadi Kunci Daya Saing

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Masa depan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini berada di titik temu antara adopsi teknologi digital secara masif dan komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Webinar Internasional bertajuk “Pemasaran Digital untuk Ekonomi Sirkuler: Memberdayakan Bisnis Lokal untuk Keberlanjutan Global” yang digelar oleh Asosiasi Internasional Ekonomi dan Bisnis […]

  • Rektor UIN Jakarta Hadiri Konferensi Internasional Dewan Komunitas Muslim Dunia di Abu Dhabi

    Rektor UIN Jakarta Hadiri Konferensi Internasional Dewan Komunitas Muslim Dunia di Abu Dhabi

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Dewan Komunitas Muslim Dunia menggelar Konferensi Internasional tentang Muslim sebagai Kesatuan Umat dalam Keberagaman di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada 8-9 Mei 2022. Konferensi untuk membahas masalah Persatuan Islam, Konsep, Peluang dan Tantangan itu dihadiri oleh sekira 700 peserta di lebih dari 150 negara di dunia, termasuk Indonesia. Sejumlah pejabat dan mantan […]

  • Top! 3 Widyaiswara Kemenag Sabet Penghargaan Jamnas APWI

    Top! 3 Widyaiswara Kemenag Sabet Penghargaan Jamnas APWI

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Tiga widyaiswara Balitbang Diklat Kementerian Agama meraih penghargaan pada Jambore Nasional (Jamnas) Widyaiswara III di Bandung. Even ini diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI). Dalam perhelatan tahunan terbesar bagi para widyaiswara se-Indonesia ini, dua widyaiswara dari BDK Ambon, Rahmadan dan Riana Antika Amahoroe, meraih juara pertama pada kategori inovasi widyaiswara. Karya inovasi […]

  • Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perjalanan panjang dan konsisten dalam dunia akademik mengantarkan Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A. meraih jabatan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Tahun 2025. Capaian ini menjadi puncak pengabdian akademik yang sarat dedikasi dan kontribusi keilmuan bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.   Bagi dosen UIN […]

expand_less